Sabtu, 24 Juni 2017

Idul Fitri



Gema takbir kembali menggema
Tanda bahwa Ramadlan meninggalkan kita
Mestinya kesedihan yang diperlihatkan
Namun yang ku lihat adalah riuh kesenangan
                                             Gempita kegembiraan
Tak ada kesedihan di akhir Ramadlan
Karna kebanyakan kita merasa telah beroleh kemenangan
Entah kemenangan atas apa?
Kemenangan jiwa dalam menundukkan nafsu katanya
Tapi yang ku lihat hanya dendam menunggu waktu diperbolehkan segala
Kemenangan karena hati telah kembali sejati
Tapi yang ku rasakan maaf memaafkan hanya ada dalam lisan tradisi

Tak ada kesedihan di akhir Ramadlan
Karna kebanyakan kita merasa bersyukur telah mampu melewati Ramadlan
Entah bersyukur atas apa?
Bersyukur telah kembali menjadi fitri katanya
Sayangnya yang ku rasakan rasa senang karena kita tak lagi dikekang-kekang
Untuk memperturutkan segala keinginan
Bukan kenikmatan saat jalankan seluruh kewajiban Ramadlan
Namun beban berat menahan keinginan-keinginan yang sebelumnya dihalalkan

Tak ku lihat kesedihan di akhir Ramadlan
Karena yang ku saksikan adalah sebuah pesta dan perayaan
Entah pesta untuk apa?
Entah perayaan untuk memperingati apa?

Tak ku lihat kesedihan di akhir Ramadlan
Semoga hanya aku yang merasakan
Akibat kebebalan dan tumpukan kesalahan yang aku lakukan
Semoga kalian benar-benar mendapat anugerah keberuntungan dan kemenangan
Semoga kita berjalan menuju kesejatian yang berujung pada pengabdian
                     Pengabdian sebagai hamba Tuhan sekaligus pada kemanusiaan
Semoga….

Rabu, 31 Mei 2017

Puasa

Puasa adalah menjaga mata
dari melihat segala sesuatu yang bukan haknya
dari melihat segala hal yang bukan sepantasnya
dari melihat keburukan-keburukan saudara kita
 
Puasa adalah menjaga telinga
dari mendengar hal-hal yang bukan hak kita
dari mendengar segala sesuatu yang merusak diri kita
dari mendengar segala suara yang membangkitkan kemarahan kita
dari mendengar segala hal yang menterlenakan kita
 
Puasa adalah menahan lisan
dari membicarakan hal-hal buruk pada saudara kita
dari membicarakan segala hal yang merusak hati dan nurani
dari membincangkan kemewahan-kemewahan dunia
 
Puasa adalah menahan hati
dari menginginkan segala hal yang bukan milik kita
dari menginginkan sesuatu yang sudah menjadi milik saudara kita
dari mengharap kemudaratan pada suadara kita
 
Puasa adalah menahan diri
dari keinginan untuk menilai rendah orang-orang di sekitar kita
dari keinginan untuk mengunggulkan diri kita
dari hasrat untuk memaksakan kebenaran kita pada saudara di sekitar kita
dari nafsu membenarkan diri sendiri dan menyalahkan yang lainnya
 
Puasa adalah membuka surga
sehingga setiap orang merasakan kedamaian kita
sehingga setiap orang merasakan keramahan kita
sehingga setiap orang merasa perlu mendekat kepada kita
 
Puasa adalah menutup neraka
neraka akibat kebencian kita
neraka yang lahir dari rasa iri kita
neraka yang muncul dari keangkuhan kita
 
Puasa adalah kembali menjadi manusia
setelah sebelas bulan kita bertarung dalam kebinatangan kita
 
Puasa adalah kembali kepada kehambaan kita
setelah sebelas bulan kita merasa sebagai pemilik segala

Rabu, 01 Februari 2017

aku hanyalah debu

aku bukanlah gunung
menjulang tinggi menggapai mega
aku bukan juga angin
bertiup kesana kemari menembus awan
aku bukanlah laut
bergulung ombak menggapai bulan

aku hanyalah debu
larut tersapu air
terombang ambing dibawa angin

aku hanyalah debu
inginku....
meski tersapu air
ke-debu-anku tidak lenyap terbawa arus
walau terombang-ambing air
ke-debu-anku tidak sirna dalam pusaran
entah air menyapuku ke mana saja
entah angin melemparkanku ke apa saja
ke-debu-anku tetap menemukan diri
tetap mewujud dalam titip kecil tiap benda yang terhinggapi

aku hanyalah debu
dan biarlah aku tetap menjadi debu