Rabu, 17 Agustus 2016

71 tahun negeri kami



Semoga kami mewarisi semangat juang para pendahulu kami
Semoga mengalir dalam darah kami darah para pendahulu kami
Semoga kami memiliki jiwa dan spirit luhur para pendahulu kami
Semangat untuk menyatukan bukan memisahkan
Darah satria perwira bukan darah pengecut pembelot
Jiwa untuk menghilangkan penindasan bukan melestarikan kesewenangan
Spirit untuk memperjuangkan kemerdekaan bukan melanggengkan penjajahan
Tujuh puluh satu tahun negeri kami
Perlahan pudar budaya kami
Lambat laun menguap tradisi kami
Terkikis hingga hampir habis semangat juang kami untuk membangun negeri
Keramahan bergerak pelan berganti kegarangan
Anugerah keragaman mulai dianggap sebagai alasan untuk saling tikam
Saling mencaci seakan menjadi tradisi
Hukum digunakan sekedar alat untuk mengusung kepentingan kelompok dan pribadi
Tujuh puluh satu tahun negeri kami
Semoga menetes jiwa satria perwira pada kami dan merembes dalam sanubari anak cucu kami
Semoga mengalir semangat juang membangun negeri hingga dalam aliran darah generasi penerus kami
Semoga budaya dan tradisi kami tidak benar-benar habis terkikis gempuran budaya dan tradisi yang tak pernah berakar di negeri kami
Semoga para pemimpin negeri senantiasa menjadi wali nagari
Semoga para agamawan selalu menebar kedamaian dalam keragaman pendapat dan aliran
Semoga para cendikiawan tetap berjiwa merah putih meski berada di negeri matahari terbit ataupun di ujung barat peradaban
Semoga yang tua senantiasa membimbing dan menghargai yang muda
Semoga yang muda selalu mendengar nasehat dan menghormati yang tua
Semoga …
Semoga …
Semoga …

Senin, 25 Juli 2016

masih saja belum mampu aku melepaskan

menjadi kelu
lidahku
menjadi bisu
lisanku
menjadi lumpuh
kakiku
menjadi lemas
lenganku

masih saja ku genggam
apa yang meski dilepaskan
masih saja ku kejar
apa yang mesti ditinggalkan
masih saja ku harap
apa yang mesti dihindar

bukan untuk melupakan
namun untuk membebaskan
bukan untuk mengabaikan
namun untuk melapangkan
bukan untuk mematikan
namun untuk menghidupkan

Kamis, 21 Juli 2016

Rindu

Rindu ini tak lagi dapat kujelaskan
dengan kata maupun gerak raga
rindu ini tak lagi dapat kuceritakan
pada kalian bahkan pada diriku sendiri
rindu ini tak lagi mampu ku lantunkan
lewat lagu ataupun bait-bait puisi
rindu ini telah menyatu dalam aliran jiwa
berpadu dalam tarikan nafas

rindu ini adalah kerinduan belah jiwa atas belah lainnya
rindu menuju sempurna jiwa
rindu atas keutuhan ruh dari percikan-percikan ruh