Jumat, 23 April 2010

Sambut Pagi

Setelah gulita dan kelam
    kau muncul dengan terang dan sinar
habis sudah dingin dan kebekuan
    kau ganti dengan hangat dan kedinamisan
sirna kelu dan kekakuan
    menjadi segar dan kesiapan

Kau hadir sebagai tanda yang baru telah dimulai
tahap-tahap dan langkah siap kembali dicanangkan
target dan tujuan tlah siap dilaksanakan

Kau hadir tandai berawalnya titik baru
titik awal dari sebuah garis keberhasilan
titik awal dari sebuah garis rancangan kehidupan
titik awal dari sebuah garis takdir yang ditetapkan

Kau hadir tandai berakhirnya kekelaman
kelam kegagalan hari-hari kemarin
kelam kegelisahan tiadanya tujuan
kelam kebimbangan akan langkah ke depan

Kau hadir bawa kesegaran
kesegaran untuk melangkah di awal hari
kesegaran untuk menetapkan tonggak keberhasilan
kesegaran untuk memastikan pelaksanaan yang telah direncanakan
setelah istirahat dari kelelahan
setelah istirahat dari kepenatan
setelah istirahat dari segala beban

Selamat datang pagi hari
semoga hangatmu hangatkan jiwaku
semoga segarmu segarkan sukmaku
semoga semangatmu semangatkan diriku
semoga seluruh kebaikan hari
               baikkan segala rencanaku
semoga mendung tak lagi
               menggantung di langit hatiku

Kamis, 22 April 2010

Coba Bangkitlah

kadang lelah dan letih
    langkah tinggal sepotong-potong
sering lemas dan patah arang
    hidup seakan tanpa tujuan
melangkah hanya ikuti arus
    tanpa tahu dan mampu mengatur arus
tujuan dan target tak lagi terpikirkan
    semua kelam tanpa titik terang

lalu,
sampai kapan?
    bilamana datang?

tak mungkin ku terus dalam keadaan demikian
ada tapak yang mesti ditegaskan
ada harapan yang mesti dijawabkan
ada amanat yang mesti dijalankan

tak boleh ku terus terjebak dalam kegelapan
ada terang yang menanti di depan
ada cerah setelah mendung hitam mengambang
ada harapan yang tak mungkin bisa hilang

demi Engkau yang kuasai segala
    dengan bersandar pada ijin dan perkenanMu
aku tegaskan pada diriku
semua akan segera berlalu
   berganti gelora dan semangat yang mengharu biru

Rabu, 21 April 2010

Sungguh titahMu teramat berat bagiku

sungguh berat jalani titahMu
meski ku tahu harus terima
tak boleh ada penolakan dalam jiwa
tak ada yang mampu hindarinya

     sungguh berat jalani titahMu
     hingga nalar diam tanpa daya
     hingga dada seakan tak bisa terima

sungguh berat jalani titahMu
meski segalanya t'lah Kau tetapkan
kesesuaian peran yang dijalankan hamba
kemampuan yang Kau tiupkan di dada
        sungguh berat jalani titahMu
       dalam kebuntuan tiap jalan
       kepadaMu lah akhirnya semua ku serahkan