tinggal tangis tanpa air mata
isak tanpa suara
perih tanpa luka
sedih tiada tara
kini,
kerontang meski air menggenang
gersang dalam guyuran hujan
gulita di tengah gemerlap cahaya
pilu meski penuh gelak tawa
melangkah dalam lelah
berjalan dalam bimbang
asa seakan telah lepas dari tangan
serasa sirna sudah tongkat pegangan
di tengah kelam hitam perjalanan
seakan patah tiang dipancang
pada perahu di badai lautan kehidupan
tali keselamatan jiwa jauh di depan
kesombongan semakin menghempaskan
mencoba berpasrah lawan diri sendiri
agar arus membawa pergi
menuju daratan diri sejati
mencoba kalahkan angkuh diri
agar mungkin sucikan hati
biar dzahir sayap-sayap sukma
untuk terbang menuju arasy-Nya
biar sempurna cerita kelana
dengan peran ditutup paripurna
Sabtu, 24 April 2010
Jumat, 23 April 2010
Sambut Pagi
Setelah gulita dan kelam
kau muncul dengan terang dan sinar
habis sudah dingin dan kebekuan
kau ganti dengan hangat dan kedinamisan
sirna kelu dan kekakuan
menjadi segar dan kesiapan
Kau hadir sebagai tanda yang baru telah dimulai
tahap-tahap dan langkah siap kembali dicanangkan
target dan tujuan tlah siap dilaksanakan
Kau hadir tandai berawalnya titik baru
titik awal dari sebuah garis keberhasilan
titik awal dari sebuah garis rancangan kehidupan
titik awal dari sebuah garis takdir yang ditetapkan
Kau hadir tandai berakhirnya kekelaman
kelam kegagalan hari-hari kemarin
kelam kegelisahan tiadanya tujuan
kelam kebimbangan akan langkah ke depan
Kau hadir bawa kesegaran
kesegaran untuk melangkah di awal hari
kesegaran untuk menetapkan tonggak keberhasilan
kesegaran untuk memastikan pelaksanaan yang telah direncanakan
setelah istirahat dari kelelahan
setelah istirahat dari kepenatan
setelah istirahat dari segala beban
Selamat datang pagi hari
semoga hangatmu hangatkan jiwaku
semoga segarmu segarkan sukmaku
semoga semangatmu semangatkan diriku
semoga seluruh kebaikan hari
baikkan segala rencanaku
semoga mendung tak lagi
menggantung di langit hatiku
kau muncul dengan terang dan sinar
habis sudah dingin dan kebekuan
kau ganti dengan hangat dan kedinamisan
sirna kelu dan kekakuan
menjadi segar dan kesiapan
Kau hadir sebagai tanda yang baru telah dimulai
tahap-tahap dan langkah siap kembali dicanangkan
target dan tujuan tlah siap dilaksanakan
Kau hadir tandai berawalnya titik baru
titik awal dari sebuah garis keberhasilan
titik awal dari sebuah garis rancangan kehidupan
titik awal dari sebuah garis takdir yang ditetapkan
Kau hadir tandai berakhirnya kekelaman
kelam kegagalan hari-hari kemarin
kelam kegelisahan tiadanya tujuan
kelam kebimbangan akan langkah ke depan
Kau hadir bawa kesegaran
kesegaran untuk melangkah di awal hari
kesegaran untuk menetapkan tonggak keberhasilan
kesegaran untuk memastikan pelaksanaan yang telah direncanakan
setelah istirahat dari kelelahan
setelah istirahat dari kepenatan
setelah istirahat dari segala beban
Selamat datang pagi hari
semoga hangatmu hangatkan jiwaku
semoga segarmu segarkan sukmaku
semoga semangatmu semangatkan diriku
semoga seluruh kebaikan hari
baikkan segala rencanaku
semoga mendung tak lagi
menggantung di langit hatiku
Kamis, 22 April 2010
Coba Bangkitlah
kadang lelah dan letih
langkah tinggal sepotong-potong
sering lemas dan patah arang
hidup seakan tanpa tujuan
melangkah hanya ikuti arus
tanpa tahu dan mampu mengatur arus
tujuan dan target tak lagi terpikirkan
semua kelam tanpa titik terang
lalu,
sampai kapan?
bilamana datang?
tak mungkin ku terus dalam keadaan demikian
ada tapak yang mesti ditegaskan
ada harapan yang mesti dijawabkan
ada amanat yang mesti dijalankan
tak boleh ku terus terjebak dalam kegelapan
ada terang yang menanti di depan
ada cerah setelah mendung hitam mengambang
ada harapan yang tak mungkin bisa hilang
demi Engkau yang kuasai segala
dengan bersandar pada ijin dan perkenanMu
aku tegaskan pada diriku
semua akan segera berlalu
berganti gelora dan semangat yang mengharu biru
langkah tinggal sepotong-potong
sering lemas dan patah arang
hidup seakan tanpa tujuan
melangkah hanya ikuti arus
tanpa tahu dan mampu mengatur arus
tujuan dan target tak lagi terpikirkan
semua kelam tanpa titik terang
lalu,
sampai kapan?
bilamana datang?
tak mungkin ku terus dalam keadaan demikian
ada tapak yang mesti ditegaskan
ada harapan yang mesti dijawabkan
ada amanat yang mesti dijalankan
tak boleh ku terus terjebak dalam kegelapan
ada terang yang menanti di depan
ada cerah setelah mendung hitam mengambang
ada harapan yang tak mungkin bisa hilang
demi Engkau yang kuasai segala
dengan bersandar pada ijin dan perkenanMu
aku tegaskan pada diriku
semua akan segera berlalu
berganti gelora dan semangat yang mengharu biru
Langganan:
Postingan (Atom)