Kamis, 10 Juni 2010

jalanku

sendiri semakin menghentak kalbu
sunyi memperlengang perjalanan
pekat memperkelam gelap malam
meski sadar pada akhirnya semua sendiri
tetap saja ku rindu hadir teman sejalan
tetap saja kebersamaan menjentikkan nyala dalam gelap

coba susuri hari dalam pekat perjalanan
raba sisi-sisi jalan singkirkan kerikil tajam
harap cahaya meski sebesar jarum jahitan
biar jelas arah tujuan

       pada-Mu kini ku berharap
       akan kembali menyala cahya
       agar terang muncul di depan gulita
       biar titik tujuan tak lagi dalam gamang

pada-Mu kini ku serahkan
dalam gelap tengadahkan tangan
biar muncul bintang penunjuk jalan

Selasa, 08 Juni 2010

mestinya syukur selalu untuk-Mu

mestinya syukur tetap kepersembahkan untuk-Mu
harusnya syukur tak pernah lepas dari hatiku
segala peristiwa adalah nikmat dan anugerah-Mu
sedih gembira
     duka ceria
         pahit manis
            kecewa bahagia
                 sendiri bersama
                     tiada ada
                        rindu cinta
semua adalah karunia
ayat bagi keagungan-Mu
cara mendidik hamba-Mu
menuju tinggi hikmah dan ilmu

mestinya syukur tetap kepersembahkan untuk-Mu
atas tiap pelajaran hidup yang Kau hampar untukku
kebersatuan jiwa
   kebersamaan raga
      keindahan cinta
          kegelisahan rindu
             perpisahan raga
                kesendirian sepi

Senin, 07 Juni 2010

hadirmu

selalu saja dan demikian adanya makna hadirmu bagiku
selalu dan tetap begitu
warna baru
    makna baru
        pesona baru
tak pernah berulang sgala rasa
selalu mencipta hal-hal tak terduga
gelora
   cita
     mimpi
         angan
             gairah
sulam menyulam membentuk kain kehidupan

tiadamu tak pernah ada
dalam hadir yang selalu menjelma
tiadamu berujung maya
dalam abadi kebersamaan jiwa