separuh nafas pergi
separuhnya tersenggal di sini
menahan sakit agar tak lari
bertumpu pada harapan akan sang buah hati
Jumat, 25 Juni 2010
Selasa, 15 Juni 2010
i.n.g.i.n.k.u
ingin ku hanya bergantung pada-Mu
tapi ku masih takut lepaskan akal makhlukku
ingin ku hanya mengadu pada-Mu
tapi lisan masih sering mengeluh pada sesamaku
ingin ku lapang atas segala garis-Mu
tapi pedih pilu masih merisaukanku
ingin ku serahkan seluruh nilai pada-Mu
tapi risauku masih atas segala ucap mulut makhluk-Mu
ingin ku bersandar hanya pada-Mu
tapi khawatirku masih pada hal-hal semu
ingin ku tundukkan wajah hanya di hadap-Mu
tapi khawatir sering menjelma dalam kuasa semu makhluk-Mu
ingin ku kembalikan hatiku hanya pada-Mu
tapi senyum itu masih merupakan anugerah terbesar-Mu
ingin ku tengadahkan tangan hanya ke hadap-Mu
tapi tanganku masih kaku harap uluran makhluk-Mu
ingin ku penuhkan yakinku pada-Mu
tapi ragu getol menyambangiku
ingin ku ...
tapi ...
tapi ku masih takut lepaskan akal makhlukku
ingin ku hanya mengadu pada-Mu
tapi lisan masih sering mengeluh pada sesamaku
ingin ku lapang atas segala garis-Mu
tapi pedih pilu masih merisaukanku
ingin ku serahkan seluruh nilai pada-Mu
tapi risauku masih atas segala ucap mulut makhluk-Mu
ingin ku bersandar hanya pada-Mu
tapi khawatirku masih pada hal-hal semu
ingin ku tundukkan wajah hanya di hadap-Mu
tapi khawatir sering menjelma dalam kuasa semu makhluk-Mu
ingin ku kembalikan hatiku hanya pada-Mu
tapi senyum itu masih merupakan anugerah terbesar-Mu
ingin ku tengadahkan tangan hanya ke hadap-Mu
tapi tanganku masih kaku harap uluran makhluk-Mu
ingin ku penuhkan yakinku pada-Mu
tapi ragu getol menyambangiku
ingin ku ...
tapi ...
Sabtu, 12 Juni 2010
Bersamamu
semua menjadi indah
megah tak pernah pindah
hidup kian bergairah
langkah tegap terarah
kepala tegak pantang menyerah
tak ada kemustahilan dalam angan terlintas
mimpi hanya berakhir pada keterwujudan nyata
ingin pada akhirnya hadir bukan dalam khayal hampa
setiap titik memancar cahaya
gelap hanya mampu di sekitar saja
jalan benderang dalam naungan gelap kebingungan
tangan tak perlu lagi meraba-raba arah tujuan
Bersamamu aku begitu penuh seluruh
mengumpul gelora gairah raih cita
bersamamu aku begitu penuh seluruh
menerjang garang setiap aral melintang
bersamamu aku begitu penuh seluruh
tiada kesiaan dalam langkah dan impian
menuju kesempurnaan wujud dalam nyata
megah tak pernah pindah
hidup kian bergairah
langkah tegap terarah
kepala tegak pantang menyerah
tak ada kemustahilan dalam angan terlintas
mimpi hanya berakhir pada keterwujudan nyata
ingin pada akhirnya hadir bukan dalam khayal hampa
setiap titik memancar cahaya
gelap hanya mampu di sekitar saja
jalan benderang dalam naungan gelap kebingungan
tangan tak perlu lagi meraba-raba arah tujuan
Bersamamu aku begitu penuh seluruh
mengumpul gelora gairah raih cita
bersamamu aku begitu penuh seluruh
menerjang garang setiap aral melintang
bersamamu aku begitu penuh seluruh
tiada kesiaan dalam langkah dan impian
menuju kesempurnaan wujud dalam nyata
Langganan:
Postingan (Atom)