aku langit
pastinya bumi ada untukku
agar semesta berimbang dan
tak timpang
aku matahari
tentu butuh bumi
agar sinarku menghangatkan dan
menghidupi
aku lautan
pasti meniscayakan daratan
agar gelombangkan berakhir dengan kelembutan
aku hujan
tentu membutuhkan hamparan
agar tetes-tetesku mampu menumbuhkan
benih-benih terpendam
aku petani
tak mungkin tanpa sawah ladang
agar cangkulku dapat ku gunakan
untuk mengolah dan menghidupkan lahan
aku hanya sebelah tangan
mesti hadir tangan sebelah lain
agar tepuk riuh mampu diperdengarkan
aku adalah separo lingkaran
separo lain wajib dihadirkan
agar sempurna bulatan yang dihasilkan
aku adalah ................
meniscayakan adanya...................
agar ...........................
Rabu, 06 Oktober 2010
Senin, 04 Oktober 2010
Ku rindu segalanya darimu
ketika senja menenggelamkan surya
ketika semburat jingga perlahan berganti hitam jelaga
ketika hening mulai gantikan ramai dunia
ketika semburat jingga perlahan berganti hitam jelaga
ketika hening mulai gantikan ramai dunia
kesendirian terusik kesepian
lalu pergantian pun hanyutkanku
dalam kerinduan
ada gemericik air setelah wudluku terselesaikan
ada ucap amin ketika fatihah ku rampungkan
ada suara dendang menina bobokkan
ada sentuh lembut saat badan ku rebahkan
ada kecup mesra ketika mata ku pejamkan
ada bisik lirih di telinga menggelikan
dan semua menggetarkan sekaligus
me-nyeri-kan
lalu pergantian pun hanyutkanku
dalam kerinduan
ada gemericik air setelah wudluku terselesaikan
ada ucap amin ketika fatihah ku rampungkan
ada suara dendang menina bobokkan
ada sentuh lembut saat badan ku rebahkan
ada kecup mesra ketika mata ku pejamkan
ada bisik lirih di telinga menggelikan
dan semua menggetarkan sekaligus
me-nyeri-kan
adakah jawab bagi kerinduan
selain niscaya kebersamaan
aku merindumu di tiap pergantian siang malam
di hening kesunyian cahaya bintang
di dingin kesejukan embun fajar
di hangat dekapan sinar mentari sepenggalan
di hiruk keramaian mencari kehidupan
di terik siang tanpa awan
rinduku padamu tetaplah jadi alasan
ku simpan nafas hingga saat yang dijanjikan
selain niscaya kebersamaan
aku merindumu di tiap pergantian siang malam
di hening kesunyian cahaya bintang
di dingin kesejukan embun fajar
di hangat dekapan sinar mentari sepenggalan
di hiruk keramaian mencari kehidupan
di terik siang tanpa awan
rinduku padamu tetaplah jadi alasan
ku simpan nafas hingga saat yang dijanjikan
pintaku padamu
masuklah dalam jiwa perempuan manapun
yang kau pilihkan untukku
jika menurutmu ku takkan mampu
menghadang dan menyempurnakan
peran yang mesti ku jalankan
atau
hadirlah dalam tiap malam-malam sunyiku
temaniku dalam renungi hari-hariku
jika bagimu cukup aku 'tuk selesaikan tugasku
karena....
berat bagiku tanpa hadirmu
timpang aku tanpa adamu
karena....
jiwaku adalah jiwamu
bersamamu adalah takdirku
yang kau pilihkan untukku
jika menurutmu ku takkan mampu
menghadang dan menyempurnakan
peran yang mesti ku jalankan
atau
hadirlah dalam tiap malam-malam sunyiku
temaniku dalam renungi hari-hariku
jika bagimu cukup aku 'tuk selesaikan tugasku
karena....
berat bagiku tanpa hadirmu
timpang aku tanpa adamu
karena....
jiwaku adalah jiwamu
bersamamu adalah takdirku
Langganan:
Postingan (Atom)