Sabtu, 25 Desember 2010

R i n d u

kembali hilang
   arah tujuan
saat hamba kembali
     menyapa

kepedihan tak terperi
 tak lagi berasa
saat mati menyentuh jiwa

tanpa arah
sirna tujuan
meski hidup
   masih di perjalanan

tujuan masihlah di depan
dalam penantian jiwa
   bersemayam

Selasa, 21 Desember 2010

Biarlah tetap begitu

tergetar
   dan tetap bergetar
nadiku tetap alirkan cintamu
hatiku tetap penuh semangatmu
jiwaku tetap menyatu jiwamu

tak ada batas waktu
tak ada kikisan masa
tak ada sirna di ribuan sela

rindu ini tetap untukmu
bila bertemu tinggal tunggu waktu
bersama kita bukan telah hilang masa
dalam jiwa tak ada tanpa sua

Senin, 13 Desember 2010

Gelombang Kembali Menghempas

hempasan kembali menerjang
ombang-ambing kapal dari arah tujuan
dua kaki lumpuh mencoba bertahan
dua tangan rapuh pegang kendali di buritan

         tak boleh ada kata kalah
                      apalagi menyerah
         kapal mesti tetap berjalan
         dalam badai gelombang dan topan
        
biar lebur seluruh badan
   biar remuk seluruh tulang
kemudi mesti dipertahankan
agar arah tak membalik tujuan

nahkoda tlah ditetapkan
bukan sembarang
   namun pasti dengan segala ketepatan
tak mungkin salah sang pemilik kapal

di atas dua kaki lumpuh
    pada dua tangan rapuh
nahkoda mesti tetap berkeyakinan
bahwa badai akan segera hilang

di atas dua kaki lumpun
    pada dua tangan rapuh
tujuan baginya jelas terbentang
penuhi arah tujuan pelayaran
  selamatkan penumpang sampai pantai harapan
meski mesti ia terhempas dalam gelombang