Untukku
kau hatiku
detak bagi jantungku
Bagiku
kau jiwaku
mengalir dalam darahku
Karenamu
aku ada
jawaban atas wujudmu
Bersamamu
aku nyata
sempurna sebagai manusia
Selasa, 05 Juli 2011
hariku tanpamu (kembali)
Terhempas ku di sudut hati
Sadar akan kenyataan diri
Kau tak lagi ada di sisi
Tak lagi ada kecup sambut pagi
Tak lagi ada lembut usap pipi
Tak lagi ada merdu sambut pagi
Pertambahan waktu dan masa
Seakan kini hilang makna
Ku hilang tawa
Ku sirna canda
Langkahku sisakan ragu
Nalar terantuk mangu
Wajah berakhir beku
Kebersamaan jiwa
Kadang tak cukup bagi raga
Kebersatuan hati
Sering terdesak tuntutan jasmani
Engkau tetap bersemayam di hatiku
Karenanya tiap hari ku merindu
Engkau tetap mengalir dalam darahku
Karenanya ku tetap melangkah maju
Sadar akan kenyataan diri
Kau tak lagi ada di sisi
Tak lagi ada kecup sambut pagi
Tak lagi ada lembut usap pipi
Tak lagi ada merdu sambut pagi
Pertambahan waktu dan masa
Seakan kini hilang makna
Ku hilang tawa
Ku sirna canda
Langkahku sisakan ragu
Nalar terantuk mangu
Wajah berakhir beku
Kebersamaan jiwa
Kadang tak cukup bagi raga
Kebersatuan hati
Sering terdesak tuntutan jasmani
Engkau tetap bersemayam di hatiku
Karenanya tiap hari ku merindu
Engkau tetap mengalir dalam darahku
Karenanya ku tetap melangkah maju
Senin, 04 Juli 2011
cinta, rindu dalam harap
Sepenuh hati
Segenap jiwa
Berharap abadi
Tertanam di dada
Getar menggelisahkan rindu
Denyut menghentak cinta
Biarlah menggetar seluruh syaraf raga
Biarlah menghentak segenap detak jiwa
Berharap abadi
di dalam sukma
Anugerah gelisah rindu cinta
Nikmat bersama pasangan jiwa
Berharap kekal
di dalam hati
Segala megah di taman
penuh kesturi
Menebar wangi seluruh diri
Bunga mekar tak berkesudahan
Abadi taman cinta penuh ratri
Langganan:
Postingan (Atom)