Senin, 15 Agustus 2011

tentang perut, dada, dan kepala

betapa keangkuhan mampu menghitamkan segala putih
sungguh nafsu akan kemuliaan mampu menghalalkan segala haram
betapa kemunafikan tak pernah ragu berganti wajah dan topeng
sungguh keinginan perut semakin meliar dan tak peduli aturan
kebanggaan diri
   kemuliaan diri
       keangkuhan dan kesombongan diri
merasa terbaik di antara semua
   merasa paling benar di antara semua
      merasa paling berarti di antara semua

sungguh keinginan perut harus dikendalikan
tak boleh liar seperti anak menginginkan jajan
bukahkah perut di bawah jantung?
lalu kenapa ketika 'nglunjak' tak kau 'pentung'?

sungguh kesombongan telah membutakan mata
akan keagungan makna setiap yang tercipta
pemujaan nalar tanpa meminta pertimbangan rasa
    kecerdasan pikir bergerak menjadi berhala
       pemutus paling hebat untuk setiap peristiwa
meski benar kepala berada di atas dada
namun kepala harus ditundukkan senantiasa
agar mencapai nilai yang jauh lebih berharga

Minggu, 14 Agustus 2011

Harapan di tengah Perjalanan


Sudah sepertiga ramadlan berjalan
Namun belum juga ku rasakan
    segala nikmat yang dijanjikan

Rahmah barakah pada malam-malam awal
Berlalu tanpa torehkan kesejukan
Terlalu banyak bara yang masih berkobar
     menyala, membakar seluruh kesadaran

Tebaran rahmah yang harusnya
  telah menebar
      memancar dari dalam diri tiap orang beriman
Hingga kini belum dapat terwujudkan

Tiap kata masih keluar dengan penuh
Tekanan
  meluncur deras dalam kemarahan
Tiap tindakan yang mestinya penuh kedamaian
  malah hanya menawarkan
      pertengkaran dan kesombongan

Beragam bara tak sisakan ruang
Bagi sejuk
          nyaman
              dan kedamaian

Benar-benar segala haus dan lapar
Masih menjadi perilaku badan
Menahan diri dari minum dan makan
Masih sebatas pekerjaan penghilang kewajiban

Nilai keagungan yang mestinya
Meresap,
      menebar,
           menggerakkan
Yang ada di belakang badan
Masih terhalang oleh jelaga hitam
     noda dan kesalahan

Apa yang ku kira sebagai air suci keikhlasan
Ternyata tak lebih dari comberan kesombongan
Apa yang ku anggap sebagai siraman sejuk ketundukan
Ternyata tak lebih dari guyuran panas keangkuhan

Oh.......
   tak mudah dan tak akan pernah menjadi mudah


Oh.....
   dalam tangis yang kadang sesenggukan
Masih tersimpan rapat satu harapan
Semoga aku masih diberi kesempatan
Menikmati segala kenikmatan dan limpahan
   kesejukan
           meski di akhir perjalanan.
Amin.

Sabtu, 13 Agustus 2011

DO'A

ya Allah...
       mohon perkenan-Mu
             untuk senantiasa
                 menundukkan wajah
            di atas sajadah....

ya Allah....
       mohon perkenan
            untuk selalu
                menempatkan hati
          lebih tinggi dari dahi

ya Allah...
       semoga hati
             menjadi cermin
                  yang memantulkan
           segala agung-Mu