Minggu, 02 Oktober 2011

ketika kata tak lagi bermakna

kerinduan,
sesuatu yang tak lagi mampu ku ungkapkan
getar dahsyat yang tak lagi mampu ku uraikan
gejolak yang tak lagi mampu ku wakilkan
 pada huruf
    pada kata
      pada kalimat

tinggal rasa
  makna tanpa kata
     arti tanpa bunyi

rasa cinta,
menghilangkan seluruh kata
  melenyapkan segenap simbol
     mendangkalkan setiap makna

cukup rasakan
getaran,
    aliran,
       gelombang badainya

padamu,
ku serahkan
tak ada akal
  tak ada pikir
     tak ada nalar

hanya jiwa
             hati
      dan sukma

hilang sudah kata

ya Allah...
hilang sudah kata
   sirna sudah kalimat
  huruf tak lagi ku temukan
 dalam pundi-pundi ingatan

begitu menderu
  begitu menggulung
    begitu menggetar

tak lagi mampu ku ucap
  tak bisa lagi ku ungkap
 semua larut dalam aliran rasa

gelombang yang mesti diluruskan
   di ujung daratan
gelembung yang mesti diletupkan
   di puncak ketuban
biar tidak menghantam serampangan
    agar tidak meledak berantakan

ya Allah....

Rabu, 28 September 2011

ketika raga mengingatkan

bukan hanya satu
tapi semua mengingatkanku
akan keangkuhan yang tak semestinya
   kesombongan yang tak pada tempatnya

bukan hanya teman dan sahabat
bahkan ragaku mengingatkanku
akan rapuh pada diri
    tanpa daya jika tanpa kuasa-Nya

bukan hanya satu
namun datang bersama-sama
untuk sakit yang selama ini ku anggap sirna
   tak lagi sentuh raga pembungkus jiwa

bersama mengunjungiku
demi sadar atas segala lemahku
agar kembali ingat semua aibku
lemah
   tanpa daya
terkulai
    tanpa tenaga
merintih tertahan
   mengerang sendirian

semoga sehat segera datang
tanpa perlu bawa Fir'aun keangkuhan