tak tahu sebenarnya
makna di balik tiap tetes ini
kesedihan
kekecewaan
penyesalan
ataukah
keangkuhan?
beragam bercampur
menyatu dalam kekaburan
sedih
kecewa
perih
menyesal
tapi kenapa selalu berakhir
dengan bangga?
merintih
menangis
meratap
mencoba menyapu
segala noda
namun kenapa selalu berakhir
dengan merasa lebih baik dari lainnya?
noda dicuci dengan noda
dosa dibasuh dengan dosa
kapankah cermin menjadi cahaya?
Minggu, 03 Juni 2012
Selasa, 29 Mei 2012
akui saja dan belajarlah...
ketika kau bilang tak apa-apa
sebenarnya disitulah masalahnya
saat kau bilang terserah
di situ pula ada masalah
kala kau katakan aku ikhlas
maka yang membayang hanya bias
legawa
ikhlas
tak apa-apa
tak pernah terucap lewat kata
tak pernah perlu mendengar puja
tak pernah perlu diakui sekitarnya
namun,
mewujud dalam nyata
mengalir bersama hawa
tak ada ikhlas
tak ada legawa
jika masih perlu kata untuk
ungkapkannya
karna seringkali kata
membuktikan sebaliknya...
sebenarnya disitulah masalahnya
saat kau bilang terserah
di situ pula ada masalah
kala kau katakan aku ikhlas
maka yang membayang hanya bias
legawa
ikhlas
tak apa-apa
tak pernah terucap lewat kata
tak pernah perlu mendengar puja
tak pernah perlu diakui sekitarnya
namun,
mewujud dalam nyata
mengalir bersama hawa
tak ada ikhlas
tak ada legawa
jika masih perlu kata untuk
ungkapkannya
karna seringkali kata
membuktikan sebaliknya...
Jumat, 25 Mei 2012
doa di sebuah pagi
semoga tak ada sombong terselip
dalam baju bernama kesederhanaan
berharap tak ada angkuh menyusup
dalam jubah ketawadluan
semoga diberi kuat untuk menjaga
kobar api bakar benih ketakaburan
kadang memang terlalu halus
sombong menyelinap dalam kesederhanaan
angkuh membaur di tengah lahir ketawadluan
saat dada tiba-tiba mengembang
kala hidung tiba-tiba menggembung
ketika jiwa tiba-tiba serasa mengangkasa
merasa lebih baik dari lainnya
seakan lebih bijak dari sesama
seperti menjadi akhir dari bijaksana
semoga kesahajaan mampu membakar
benih-benih kesombongan
berharap keikhlasan tetap menjadi inti perjalanan
amin
dalam baju bernama kesederhanaan
berharap tak ada angkuh menyusup
dalam jubah ketawadluan
semoga diberi kuat untuk menjaga
kobar api bakar benih ketakaburan
kadang memang terlalu halus
sombong menyelinap dalam kesederhanaan
angkuh membaur di tengah lahir ketawadluan
saat dada tiba-tiba mengembang
kala hidung tiba-tiba menggembung
ketika jiwa tiba-tiba serasa mengangkasa
merasa lebih baik dari lainnya
seakan lebih bijak dari sesama
seperti menjadi akhir dari bijaksana
semoga kesahajaan mampu membakar
benih-benih kesombongan
berharap keikhlasan tetap menjadi inti perjalanan
amin
Langganan:
Postingan (Atom)