biarkan bergetar sewajarnya
merasakan detak pada denyut
menerima semua sebagai anugerah
biarkan terasa di dalam dada
tanpa paksa ataupun reka
sadari nikmat pada tiap peristiwa
tak ada garis yang tak sempurna
karna Allah yang menggoreskannya
tak ada jiwa yang terima begitu saja
karna tunduk ada jalannya
berangan debu jadi mutiara
mesti dipapar panas peleburan dosa
sebelum akhirnya menjadi bercahaya
Sabtu, 04 Agustus 2012
Selasa, 31 Juli 2012
semangat pagi
mencari hangat cahaya
di pancaran pagi surya
mencari segar udara
di hembusan angin muda
mencari wangi aroma
di segar taman bunga
ku serap hangat surya
biar semangat mengalir seluruh raga
ku hirup segar udara
biar kembali segar harap dan asa
ku nikmati wangi aroma
biar indah mengalir hingga senja
di pancaran pagi surya
mencari segar udara
di hembusan angin muda
mencari wangi aroma
di segar taman bunga
ku serap hangat surya
biar semangat mengalir seluruh raga
ku hirup segar udara
biar kembali segar harap dan asa
ku nikmati wangi aroma
biar indah mengalir hingga senja
Sabtu, 21 Juli 2012
Ramadlan 1
Selamat datang bulan penuh keberkahan
mestinya itu yang ku ucapkan
sepenuh jiwa menyambut kehadiran
mestinya itu yang ku lakukan
berbunga hati penuh bahagia
mestinya itu yang ku rasakan
namun,
tidaklah demikian....
kesedihan menyelimuti malam jelang kehadiran
kegundahan mengiringi datangnya sang tamu kehormatan
kecewa masih menghuni relung jiwa
tak ada persiapan untuk melakukan penyambutan
semua masih penuh debu dan kotoran
jangankan permadani yang dihamparkan
kursi pun belum sempat dikokohkan
terlalu larut pada dunia pujian
lalaikan ku akan hadirnya bulan yang dinantikan
terlalu tenggelam untuk mencela dan menghina
kungkung jiwa dalam jerat hina dunia
maafkan aku atas segala ketak layakan
menyambut hadirmu
maafkan aku atas muka masam saat
kehadiranmu....
mestinya itu yang ku ucapkan
sepenuh jiwa menyambut kehadiran
mestinya itu yang ku lakukan
berbunga hati penuh bahagia
mestinya itu yang ku rasakan
namun,
tidaklah demikian....
kesedihan menyelimuti malam jelang kehadiran
kegundahan mengiringi datangnya sang tamu kehormatan
kecewa masih menghuni relung jiwa
tak ada persiapan untuk melakukan penyambutan
semua masih penuh debu dan kotoran
jangankan permadani yang dihamparkan
kursi pun belum sempat dikokohkan
terlalu larut pada dunia pujian
lalaikan ku akan hadirnya bulan yang dinantikan
terlalu tenggelam untuk mencela dan menghina
kungkung jiwa dalam jerat hina dunia
maafkan aku atas segala ketak layakan
menyambut hadirmu
maafkan aku atas muka masam saat
kehadiranmu....
Langganan:
Postingan (Atom)