padamu berdetak jantungku
di nadimu mengalir darahku
dalam jantungmu bergetar denyutku
kembali kosong badan
saat jiwa datang bertandang
temui belahan di seberang alam
membias biru mengangkasa
tembus langit ketuk pintu jiwa
Rabu, 19 September 2012
Kamis, 13 September 2012
kembali tentang cinta
tak tahu lagi ku akan hakikat cinta
selain penyerahan total segenap jiwa
tak tahu lagi ku akan makna cinta
selain yakin tanpa bertanya
tak tahu lagi ku akan arti cinta
kecuali percaya tanpa cela
tak tahu lagi ku akan cinta
selain luruh padu dua jiwa
tak tahu lagi ku akan kuat cinta
selain kemampuannya menembus batas dunia
tak tahu lagi ku akan suara cinta
selain gemanya getarkan semesta
tak tahu lagi ku akan akibat cinta
selain rindu tak pandang waktu dan masa
cinta mengalir dalam darahku
larut dalam deras nadiku
menggerakkan kaki dan tanganku
menghidupkan detak dan denyutku
mengisi pikir dan dzikirku
benderang sebagai purnama jiwaku
selain penyerahan total segenap jiwa
tak tahu lagi ku akan makna cinta
selain yakin tanpa bertanya
tak tahu lagi ku akan arti cinta
kecuali percaya tanpa cela
tak tahu lagi ku akan cinta
selain luruh padu dua jiwa
tak tahu lagi ku akan kuat cinta
selain kemampuannya menembus batas dunia
tak tahu lagi ku akan suara cinta
selain gemanya getarkan semesta
tak tahu lagi ku akan akibat cinta
selain rindu tak pandang waktu dan masa
cinta mengalir dalam darahku
larut dalam deras nadiku
menggerakkan kaki dan tanganku
menghidupkan detak dan denyutku
mengisi pikir dan dzikirku
benderang sebagai purnama jiwaku
Rabu, 12 September 2012
rindu akan mengantarkanku padamu
tak lagi perlu sayap
tak lagi perlu kepak
karna rindu tak lagi sebagai elang
rindu kini berubah cahaya
semburat biru mengangkasa
menembus langit menuju singgasana
tempat jiwa menyambut pengantinnya
rindu kini menuju asalnya
di ketinggian gemerlap cahya
melesat cepat sekejap mata
menuju dekap belahan jiwa
tak perlu lagi kepak
tak perlu lagi sayap
tak lagi perlu kepak
karna rindu tak lagi sebagai elang
rindu kini berubah cahaya
semburat biru mengangkasa
menembus langit menuju singgasana
tempat jiwa menyambut pengantinnya
rindu kini menuju asalnya
di ketinggian gemerlap cahya
melesat cepat sekejap mata
menuju dekap belahan jiwa
tak perlu lagi kepak
tak perlu lagi sayap
Langganan:
Postingan (Atom)