pada sejuk pagi
ku titipkan asa yang tak lagi mau menanti
bersama kicau murai
ku sampaikan gelora yang semakin terburai
pada desir bayu
ku sisipkan hati yang lagi merindu
pada gemericik
ku lantunkan bisik
akan jiwa yang mulai begidik
padamu bermula
karenamu alasan segala asa
bersamamu ingin ku akhiri segala
Sabtu, 06 Oktober 2012
Senin, 01 Oktober 2012
semoga masih berguna
kembali hirup udara pagi
segar masuki ruang paru
menyebar ke sekujut tubuh lewat nadi
sebagai tanda dimulai hari baru
meski nyeri masih tersisa di jiwa
meski luka masih menganga di sukma
meski peristiwa tlah lama dilibas masa
dalam denyut tinggal raga
dalam detak tanpa jiwa
serahkan semua kepada-Nya
biar Ia yang tentukan segalanya
biar Ia yang arahkan mau kemana
inginku telah lama pergi
bersamamu dalam abadi
mimpiku juga telah sirna
temanimu tinggalkan alam fana
langkahku kini langkah boneka
terserah bagaimana Sang Dalang memainkannya
segar masuki ruang paru
menyebar ke sekujut tubuh lewat nadi
sebagai tanda dimulai hari baru
meski nyeri masih tersisa di jiwa
meski luka masih menganga di sukma
meski peristiwa tlah lama dilibas masa
dalam denyut tinggal raga
dalam detak tanpa jiwa
serahkan semua kepada-Nya
biar Ia yang tentukan segalanya
biar Ia yang arahkan mau kemana
inginku telah lama pergi
bersamamu dalam abadi
mimpiku juga telah sirna
temanimu tinggalkan alam fana
langkahku kini langkah boneka
terserah bagaimana Sang Dalang memainkannya
Minggu, 30 September 2012
Ijinkan aku jalani titah-Mu
ya Allah
Pemilik segala titah
Penentu setiap langkah
tak ada daun jatuh
tak mungkin angin berarak
tak bakal air bergerak
tanpa adanya Titah
segala peristiwa
setiap kejadian
tiap jengkal langkah
semua adalah Titah
bukan rangkaian tanpa arah
tundukkan wajah di hadap-Mu
sujudkan kepala di duli-Mu
istighfarkan lidah di kaki-Mu
adalah titik di mana aku mesti mengarah
Pemilik segala titah
Penentu setiap langkah
tak ada daun jatuh
tak mungkin angin berarak
tak bakal air bergerak
tanpa adanya Titah
segala peristiwa
setiap kejadian
tiap jengkal langkah
semua adalah Titah
bukan rangkaian tanpa arah
tundukkan wajah di hadap-Mu
sujudkan kepala di duli-Mu
istighfarkan lidah di kaki-Mu
adalah titik di mana aku mesti mengarah
Langganan:
Postingan (Atom)