Senin, 21 Desember 2015

no title

aku rindu pada kedamaian yang terpancar
dari wajah-wajah mereka yang mengaku memiliki kedalaman
aku rindu pada keramahan tutur kata
mereka yang dianggap sebagai pengejawantahan kalam Tuhan
aku rindu pada kelapangan dada
dari mereka yang merasa mempertahankan kemurnian ajaran
bukan kebencian karena berbeda pandangan
bukan kemarahan karena ketidak sejajaran pemahaman
bukan kekakuan akibat perbedaan keseharian

Islam yang aku tahu mendinginkan panas amarah
Islam yang aku terima mendamaikan perselisihan
Islam yang aku pahami menampilkan penghormatan atas perbedaan

sesatkah dalam rinduku ketika senantiasa aku menyebutkmu wahai pembawa risalah terakhir?
syirikkah jika dalam rindu aku begitu larut saat shalawat untukmu bersahutan dari ujung-ujung jalan?
ah...
biarlah selaksa shalawat ku panjatkan padamu Muhammad nabi rasulku
biarlah ku rayakan kelahiranmu sebagai bentuk syukurku atas hadirmu
biarlah orang menyebutkan sesat dalam kegilaan memujamu

Kamis, 10 Desember 2015

kata

tak ada lagi kata
untuk mewakili segala
karna tak ada lagi segala
untuk diungkap kata

ketika kata menjadi penyambung rasa
ia meluncur seperti badai
mengharu biru selimuti segala
namun saat rasa tak lagi menjiwa
apa yang bisa dilakukan kata
mesti mewakili apa

Rabu, 26 Agustus 2015

semoga menjadi sebagaimana mestinya

padaMu ku serahkan segala
padaMu ku gantungkan semua
padaMu ku kembalikan setiap tetap

aku hanya salah satu makhluk yang mengaku
mengaku sebagai hamba bagiMu
mengaku sebagai khalifah wakilMu
mengaku sebagai wujud kasihMu

baru sebatas mengaku
entah bagaimana menurutMu