Allahu Akbar
Maha besar Engkau ya Allah
hingga tak mampu ku bayangkan kebesaran-Mu
hingga tak mampu ku hayalkan keagungan-Mu
hingga tak mampu ku perkirakan kebesaran-Mu
Allahu Akbar
Maha besar Engkau ya Allah
hingga tak mampu ku ukur kekerdilanku
hingga tak mampu ku perkirakan kecilku
hingga tak bisa ku banyakkan kecilku
Allahu Akbar
Maha besar Engkau ya Allah
bagaimana ku bisa menghayalkan keagungan-Mu
ketika kekerdilanku begitu kecil hingga aku
tak mampu menghayalkan ukuran dan bentuknya
Allahu Akbar
Maha besar Engkau ya Allah
kebesaranMu tanpa batas
keagunganMu tanpa banding
Allahu Akbar
Maha besar Engkau ya Allah
begitu kecil diri kami hingga tak mungkin
memperbandingkan diri kami dengan apapun
apalagi denganMu
Allahu Akbar
walillahilhamd
Maha besar Engkau
dan hanya bagiMu segala puji
Selasa, 12 Februari 2019
Senin, 14 Januari 2019
Puasa, mestinya...
Puasa adalah menahan diri
menahan diri bukan sekedar dari makan, minum, dan birah
Puasa adalah menahan diri
menahan diri dari lidah yang penuh caci
menahan diri dari telinga yang mendengar iri dengki
menahan diri dari melihat yang bukan hak diri
menahan diri dari hati yang penuh ambisi
Puasa adalah menahan diri
menahan diri bukan sekedar dari kebutuhan badani
Puasa adalah menahan diri
menahan diri dari keinginan untuk dipuji
menahan diri dari kemarahan akibat dicaci
menahan diri dari mengunggulkan diri sendiri
menahan diri dari merendahkan orang yang dibenci
Puasa adalah menahan diri
bukan sekedar pamer gengsi
Jangan bilang puasa
saat mulutmu nyinyir berbusa
jangan bilang puasa
kala telingamu masih suka mendengar dusta
jangan bilang puasa
ketika matamu tetap liar menikmati segala yang tak ada haknya
jangan bilang puasa
bila hatimu masih ingin dipuja
menahan diri bukan sekedar dari makan, minum, dan birah
Puasa adalah menahan diri
menahan diri dari lidah yang penuh caci
menahan diri dari telinga yang mendengar iri dengki
menahan diri dari melihat yang bukan hak diri
menahan diri dari hati yang penuh ambisi
Puasa adalah menahan diri
menahan diri bukan sekedar dari kebutuhan badani
Puasa adalah menahan diri
menahan diri dari keinginan untuk dipuji
menahan diri dari kemarahan akibat dicaci
menahan diri dari mengunggulkan diri sendiri
menahan diri dari merendahkan orang yang dibenci
Puasa adalah menahan diri
bukan sekedar pamer gengsi
Jangan bilang puasa
saat mulutmu nyinyir berbusa
jangan bilang puasa
kala telingamu masih suka mendengar dusta
jangan bilang puasa
ketika matamu tetap liar menikmati segala yang tak ada haknya
jangan bilang puasa
bila hatimu masih ingin dipuja
Kamis, 27 Desember 2018
Sepi Sunyi Malamku
Sungguh sepi malam-malamku
hening sehening-heningnya
sunyi sesunyi-sunyinya
senyap
lengang
hampa
Sungguh sepi malam-malamku
masih saja terbuai dalam tidur lelapku
masih saja terlena dalam mimpi tidurku
masih saja tersungukur dalam dengkurku
Sungguh sunyi malam-malamku
belum juga mampu ku hidupkan malam
belum juga dapat ku ramaikan malam
belum juga bisa ku meriahkan malam
Sungguh sunyi malam-malamku
belum ada senandung puja puji di tengah heningnya
belum ada lantunan doa sepenuh jiwa
belum ada ramai tasbih, takbir, tahlil menggema di rongga
Sungguh gelap malam-malamku
belum ada cahaya menyala di tengah kelamnya
belum ada secercah pelita di tengah lengangnya
belum mampu tangan memantik api di tungku jiwa
Sungguh gelap malam-malamku
belum juga mampu ku jawab isyarat
belum juga dapat ku tangkap firasat
belum juga bisaa ku singkat hakikat
Oh....Pemilik Segala Cahaya
Mohon perkenan gerakkan hati memantik pelita
biar terang malamku dengan cahaya
biar ramai malamku dengan puja dan doa
biar meriah malamku dengan istighfar, tahli, dan salawat cinta
Aamiiin ya mujibas sailin
hening sehening-heningnya
sunyi sesunyi-sunyinya
senyap
lengang
hampa
Sungguh sepi malam-malamku
masih saja terbuai dalam tidur lelapku
masih saja terlena dalam mimpi tidurku
masih saja tersungukur dalam dengkurku
Sungguh sunyi malam-malamku
belum juga mampu ku hidupkan malam
belum juga dapat ku ramaikan malam
belum juga bisa ku meriahkan malam
Sungguh sunyi malam-malamku
belum ada senandung puja puji di tengah heningnya
belum ada lantunan doa sepenuh jiwa
belum ada ramai tasbih, takbir, tahlil menggema di rongga
Sungguh gelap malam-malamku
belum ada cahaya menyala di tengah kelamnya
belum ada secercah pelita di tengah lengangnya
belum mampu tangan memantik api di tungku jiwa
Sungguh gelap malam-malamku
belum juga mampu ku jawab isyarat
belum juga dapat ku tangkap firasat
belum juga bisaa ku singkat hakikat
Oh....Pemilik Segala Cahaya
Mohon perkenan gerakkan hati memantik pelita
biar terang malamku dengan cahaya
biar ramai malamku dengan puja dan doa
biar meriah malamku dengan istighfar, tahli, dan salawat cinta
Aamiiin ya mujibas sailin
Langganan:
Postingan (Atom)