Tak tahu lagi apa yang terjadi
aku kembali kehilangan kendali
apa yang ku tata tak berbentuk lagi
apa yang ku rencana tak terarah lagi
Mungkin benar kata para pujangga
pasti hancur segala di naungan bangga
tak kan ada sisa ketika merasa utama
Kini aku bergelimang pura
seakan diri penuh diliputi bangga
Tak ada yang tahu betapa jiwa
begitu rapuh menghadapi nyata
Hanya Engkau
dan cuma Engkau
wahai Sang Penguasa Segala
penguak tabir rahasia jiwa
Lalu mengapa aku tak mau mendekati-Mu?
murkakah Engkau karna ku tak mendekati-Mu?
ataukah ini wujud kasih-Mu agar ku mendekati-Mu?
Engkau tahu Ya Rabb...
betapa dan bagaimana diriku
apa dan siapa diriku
Engkau tahu Ya Rabb...
segala yang terselip di hatiku
semua yang melintas di anganku
Mohon ampun-Mu Ya Rabb...
tak segala ketak pantasanku
tak semua ketak terimaanku
Mohon ampun-Mu Ya Rabb...
hanya itu yang mampu ku ucap pada-Mu
Minggu, 03 Januari 2010
Sabtu, 02 Januari 2010
Ku Serahkan Semua
Ku serahkan semua inginku
pada-Mu
Ku pasrahkan semua harapku
pada-Mu
hanya pada-Mu
Rasa ini abadi hanya karena-Mu
Kebersamaan jiwa terjadi atas kehendak-Mu
Menyatu hati kami tak lebih dari garis-Mu
Ku serahkan semua
pada-Mu
hanya pada-Mu
agar abadi rasa ini
agar jiwa bersama sepanjang masa
agar hati bersatu tanpa batas waktu
Ku serahkan semua
pada-Mu
hanya pada-Mu
Semoga amin menjadi jawaban
atas harapku
pada-Mu
Ku pasrahkan semua harapku
pada-Mu
hanya pada-Mu
Rasa ini abadi hanya karena-Mu
Kebersamaan jiwa terjadi atas kehendak-Mu
Menyatu hati kami tak lebih dari garis-Mu
Ku serahkan semua
pada-Mu
hanya pada-Mu
agar abadi rasa ini
agar jiwa bersama sepanjang masa
agar hati bersatu tanpa batas waktu
Ku serahkan semua
pada-Mu
hanya pada-Mu
Semoga amin menjadi jawaban
atas harapku
Semoga Selalu Bersua
Getar hati hanya dapat diterima hati
Gerak jiwa pasti cuma jiwa yang bisa membalasnya
Pertemuan hati bukanlah kehendak insan dunia
namun garis yang telah ditetapkan Sang Kuasa
Perpisahan raga bukan jalan penutup jiwa
Perbedaan alam bukan halangan bagi hati
'tuk bersua
Segala peristiwa hanyalah karena ijin-Nya
maka
bersandarlah pada-Nya untuk semua rencana
Seperti itulah kini cara kita
menengadah tangan mengurai do'a
menunduk malu meminta perkenan Sang Kuasa
agar jiwa selalu dapat bersua
agar hati selalu dapat bersama
agar sekat tak lagi bermakna
agar mimpi menjadi sarana
agar surga mempertemukan kita
pada akhirnya...
Gerak jiwa pasti cuma jiwa yang bisa membalasnya
Pertemuan hati bukanlah kehendak insan dunia
namun garis yang telah ditetapkan Sang Kuasa
Perpisahan raga bukan jalan penutup jiwa
Perbedaan alam bukan halangan bagi hati
'tuk bersua
Segala peristiwa hanyalah karena ijin-Nya
maka
bersandarlah pada-Nya untuk semua rencana
Seperti itulah kini cara kita
menengadah tangan mengurai do'a
menunduk malu meminta perkenan Sang Kuasa
agar jiwa selalu dapat bersua
agar hati selalu dapat bersama
agar sekat tak lagi bermakna
agar mimpi menjadi sarana
agar surga mempertemukan kita
pada akhirnya...
Langganan:
Postingan (Atom)