Minggu, 03 Januari 2010

Mohon Ampun-Mu

Tak tahu lagi apa yang terjadi
   aku kembali kehilangan kendali
   apa yang ku tata tak berbentuk lagi
   apa yang ku rencana tak terarah lagi

Mungkin benar kata para pujangga
pasti hancur segala di naungan bangga
tak kan ada sisa ketika merasa utama

Kini aku bergelimang pura
seakan diri penuh diliputi bangga
Tak ada yang tahu betapa jiwa
begitu rapuh menghadapi nyata

Hanya Engkau
       dan cuma Engkau
wahai Sang Penguasa Segala
       penguak tabir rahasia jiwa

Lalu mengapa aku tak mau mendekati-Mu?
murkakah Engkau karna ku tak mendekati-Mu?
ataukah ini wujud kasih-Mu agar ku mendekati-Mu?

Engkau tahu Ya Rabb...
      betapa dan bagaimana diriku
      apa dan siapa diriku

Engkau tahu Ya Rabb...
      segala yang terselip di hatiku
      semua yang melintas di anganku

Mohon ampun-Mu Ya Rabb...
     tak segala ketak pantasanku
     tak semua ketak terimaanku

Mohon ampun-Mu Ya Rabb...

    hanya itu yang mampu ku ucap pada-Mu

Sabtu, 02 Januari 2010

Ku Serahkan Semua

Ku serahkan semua inginku
                                pada-Mu
Ku pasrahkan semua harapku
                                pada-Mu
                                       hanya pada-Mu

          Rasa ini abadi hanya karena-Mu
          Kebersamaan jiwa terjadi atas kehendak-Mu
          Menyatu hati kami tak lebih dari garis-Mu

Ku serahkan semua
                       pada-Mu
                              hanya pada-Mu

          agar abadi rasa ini
          agar jiwa bersama sepanjang masa
          agar hati bersatu tanpa batas waktu

Ku serahkan semua
                      pada-Mu
                             hanya pada-Mu

Semoga amin menjadi jawaban
                                   atas harapku

Semoga Selalu Bersua

Getar hati hanya dapat diterima hati
Gerak jiwa pasti cuma jiwa yang bisa membalasnya
Pertemuan hati bukanlah kehendak insan dunia
            namun garis yang telah ditetapkan Sang Kuasa

         Perpisahan raga bukan jalan penutup jiwa
         Perbedaan alam bukan halangan bagi hati
                                                             'tuk bersua

Segala peristiwa hanyalah karena ijin-Nya
maka
         bersandarlah pada-Nya untuk semua rencana

Seperti itulah kini cara kita
         menengadah tangan mengurai do'a
         menunduk malu meminta perkenan Sang Kuasa
                                   agar jiwa selalu dapat bersua
                                   agar hati selalu dapat bersama
                                   agar sekat tak lagi bermakna
                                   agar mimpi menjadi sarana
                                   agar surga mempertemukan kita
                        pada akhirnya...