nafas pagi kembali menyapaku
desir sejuk menyentuh kulitku
kicau merdu hinggap di telingaku
beragam damai dan etos berbondong
menghampiriku
tetap saja gelisah tak mau pindah
masih saja kerontang di pantai hati
dingin malam tak mampu bekukan bara
resahku
hening malam tak mampu damaikan kacau
pikirku
hangat pagi tak mampu cairkan beku
sendiriku
segalanya kini seakan tinggal hampa
seluruh syaraf seakan lumpuh tiada daya
rasa kehilangan nuansa
sisakan hambar di tiap kunyahnya
Sabtu, 05 Juni 2010
Jumat, 04 Juni 2010
Anakku
anakku
tak harus kau menjadi bintang
tuk cemerlangkan dirimu
tak harus kau menjadi macan
tuk kharismakan dirimu
tak harus kau menjadi merak
tuk pesonakan dirimu
tak harus kau menjadi badai
tuk hebatkan dirimu
anakku
cukupkan kau menjadi bumi
di mana segala tetumbuhan muncul darimu
di mana segala kehidupan berjalan di punggungmu
di mana segala busuk kau simpan di perutmu
di mana kesederhanaan menjadi jalanmu
anakku
cukupkan kau menjadi debu
meski digulung topan
meski dilibas gelombang
meski dilarut hujan
akhirnya kembali menyatu menjadi bumi
dalam tunduk dan kepasrahan sejati
anakku
jadilah yang kau mau
lakukan yang kau ingin
kejar yang kau tuju
namun ingatlah
jaga hatimu
jaga jiwamu
jaga dirimu
agar tetap membumi
tak harus kau menjadi bintang
tuk cemerlangkan dirimu
tak harus kau menjadi macan
tuk kharismakan dirimu
tak harus kau menjadi merak
tuk pesonakan dirimu
tak harus kau menjadi badai
tuk hebatkan dirimu
anakku
cukupkan kau menjadi bumi
di mana segala tetumbuhan muncul darimu
di mana segala kehidupan berjalan di punggungmu
di mana segala busuk kau simpan di perutmu
di mana kesederhanaan menjadi jalanmu
anakku
cukupkan kau menjadi debu
meski digulung topan
meski dilibas gelombang
meski dilarut hujan
akhirnya kembali menyatu menjadi bumi
dalam tunduk dan kepasrahan sejati
anakku
jadilah yang kau mau
lakukan yang kau ingin
kejar yang kau tuju
namun ingatlah
jaga hatimu
jaga jiwamu
jaga dirimu
agar tetap membumi
Rabu, 02 Juni 2010
batas rindu
ingin ku seberangi batas waktu
ku lompati aturan ruang
ku terobos sekat-sekat batas
ku tinggalkan kungkung raga
biar lepas jiwa kelana
menjelajah segala dunia
melintasi beragam alam
melayang di antara awan
menuju ketinggian istana jiwa-jiwa tenang
'kan ku kepakkan sayap jiwa
menuju megah istana
di mana kini engkau berada
'kan ku puaskan segala dahaga
menatap lekat pada wajah jiwa
memandang lurus ke mata hati
'kan ku kobarkan gelora cinta
biar lebur kita di dalamnya
biar tak ada lagi aku dan engkau
ku lompati aturan ruang
ku terobos sekat-sekat batas
ku tinggalkan kungkung raga
biar lepas jiwa kelana
menjelajah segala dunia
melintasi beragam alam
melayang di antara awan
menuju ketinggian istana jiwa-jiwa tenang
'kan ku kepakkan sayap jiwa
menuju megah istana
di mana kini engkau berada
'kan ku puaskan segala dahaga
menatap lekat pada wajah jiwa
memandang lurus ke mata hati
'kan ku kobarkan gelora cinta
biar lebur kita di dalamnya
biar tak ada lagi aku dan engkau
Langganan:
Postingan (Atom)