Sabtu, 05 Juni 2010

Kalut

nafas pagi kembali menyapaku
desir sejuk menyentuh kulitku
kicau merdu hinggap di telingaku
beragam damai dan etos berbondong
                        menghampiriku

tetap saja gelisah tak mau pindah
masih saja kerontang di pantai hati

dingin malam tak mampu bekukan bara
                       resahku
hening malam tak mampu damaikan kacau
                       pikirku
hangat pagi tak mampu cairkan beku
                       sendiriku

segalanya kini seakan tinggal hampa
seluruh syaraf seakan lumpuh tiada daya
rasa kehilangan nuansa
   sisakan hambar di tiap kunyahnya

Jumat, 04 Juni 2010

Anakku


anakku
tak harus kau menjadi bintang
 tuk cemerlangkan dirimu
tak harus kau menjadi macan
 tuk kharismakan dirimu
tak harus kau menjadi merak
 tuk pesonakan dirimu
tak harus kau menjadi badai
 tuk hebatkan dirimu

anakku
cukupkan kau menjadi bumi
  di mana segala tetumbuhan muncul darimu
  di mana segala kehidupan berjalan di punggungmu
  di mana segala busuk kau simpan di perutmu
  di mana kesederhanaan menjadi jalanmu

anakku
cukupkan kau menjadi debu
meski digulung topan
meski dilibas gelombang
meski dilarut hujan
   akhirnya kembali menyatu menjadi bumi
     dalam tunduk dan kepasrahan sejati

anakku
jadilah yang kau mau
lakukan yang kau ingin
kejar yang kau tuju
namun ingatlah
  jaga hatimu
     jaga jiwamu
        jaga dirimu
   agar tetap membumi

Rabu, 02 Juni 2010

batas rindu

ingin ku seberangi batas waktu
          ku lompati aturan ruang
               ku terobos sekat-sekat batas
                   ku tinggalkan kungkung raga

biar lepas jiwa kelana
menjelajah segala dunia
melintasi beragam alam
melayang di antara awan
menuju ketinggian istana jiwa-jiwa tenang

'kan ku kepakkan sayap jiwa
     menuju megah istana
di mana kini engkau berada
'kan ku puaskan segala dahaga
    menatap lekat pada wajah jiwa
      memandang lurus ke mata hati
'kan ku kobarkan gelora cinta
    biar lebur kita di dalamnya
    biar tak ada lagi aku dan engkau