selalu saja dan demikian adanya makna hadirmu bagiku
selalu dan tetap begitu
warna baru
makna baru
pesona baru
tak pernah berulang sgala rasa
selalu mencipta hal-hal tak terduga
gelora
cita
mimpi
angan
gairah
sulam menyulam membentuk kain kehidupan
tiadamu tak pernah ada
dalam hadir yang selalu menjelma
tiadamu berujung maya
dalam abadi kebersamaan jiwa
Senin, 07 Juni 2010
Minggu, 06 Juni 2010
Cobaan
waktu berjalan mengikis umurku
waktu berputar menggerus kuatku
tak ada berhenti bagi sang waktu
bergerak maju tanpa mampu dihindari
hempasan angin kehidupan lemparkanku
terjatuh dan berkalang tanah
ku mesti bangkit dan kejar sang waktu
bukan renungkan sebab angin lemparkanku
bukan ratapi nyeri di seluruh tubuh
gulungan gelombang hempaskan bahteraku kembali
ke pantai mula
remuk, patah segala tiang penyangga
ku mesti rakit bahtera dan segera arungi lautan jiwa
bukan sesali gelombang yang hempaskan bahtera
bukan tangisi puing-puing yang berserakan
kegersangan kini hinggapi hatiku
meski telaga menyegarkan terpampang di hadapku
kenapa tak segera kau melangkah
kenapa tak segera kau bergerak
kenapa tak segera kau bertindak
kenapa tak segera kau ...
waktu berputar menggerus kuatku
tak ada berhenti bagi sang waktu
bergerak maju tanpa mampu dihindari
hempasan angin kehidupan lemparkanku
terjatuh dan berkalang tanah
ku mesti bangkit dan kejar sang waktu
bukan renungkan sebab angin lemparkanku
bukan ratapi nyeri di seluruh tubuh
gulungan gelombang hempaskan bahteraku kembali
ke pantai mula
remuk, patah segala tiang penyangga
ku mesti rakit bahtera dan segera arungi lautan jiwa
bukan sesali gelombang yang hempaskan bahtera
bukan tangisi puing-puing yang berserakan
kegersangan kini hinggapi hatiku
meski telaga menyegarkan terpampang di hadapku
kenapa tak segera kau melangkah
kenapa tak segera kau bergerak
kenapa tak segera kau bertindak
kenapa tak segera kau ...
Sabtu, 05 Juni 2010
Kalut
nafas pagi kembali menyapaku
desir sejuk menyentuh kulitku
kicau merdu hinggap di telingaku
beragam damai dan etos berbondong
menghampiriku
tetap saja gelisah tak mau pindah
masih saja kerontang di pantai hati
dingin malam tak mampu bekukan bara
resahku
hening malam tak mampu damaikan kacau
pikirku
hangat pagi tak mampu cairkan beku
sendiriku
segalanya kini seakan tinggal hampa
seluruh syaraf seakan lumpuh tiada daya
rasa kehilangan nuansa
sisakan hambar di tiap kunyahnya
desir sejuk menyentuh kulitku
kicau merdu hinggap di telingaku
beragam damai dan etos berbondong
menghampiriku
tetap saja gelisah tak mau pindah
masih saja kerontang di pantai hati
dingin malam tak mampu bekukan bara
resahku
hening malam tak mampu damaikan kacau
pikirku
hangat pagi tak mampu cairkan beku
sendiriku
segalanya kini seakan tinggal hampa
seluruh syaraf seakan lumpuh tiada daya
rasa kehilangan nuansa
sisakan hambar di tiap kunyahnya
Langganan:
Postingan (Atom)