mestinya syukur tetap kepersembahkan untuk-Mu
harusnya syukur tak pernah lepas dari hatiku
segala peristiwa adalah nikmat dan anugerah-Mu
sedih gembira
duka ceria
pahit manis
kecewa bahagia
sendiri bersama
tiada ada
rindu cinta
semua adalah karunia
ayat bagi keagungan-Mu
cara mendidik hamba-Mu
menuju tinggi hikmah dan ilmu
mestinya syukur tetap kepersembahkan untuk-Mu
atas tiap pelajaran hidup yang Kau hampar untukku
kebersatuan jiwa
kebersamaan raga
keindahan cinta
kegelisahan rindu
perpisahan raga
kesendirian sepi
Selasa, 08 Juni 2010
Senin, 07 Juni 2010
hadirmu
selalu saja dan demikian adanya makna hadirmu bagiku
selalu dan tetap begitu
warna baru
makna baru
pesona baru
tak pernah berulang sgala rasa
selalu mencipta hal-hal tak terduga
gelora
cita
mimpi
angan
gairah
sulam menyulam membentuk kain kehidupan
tiadamu tak pernah ada
dalam hadir yang selalu menjelma
tiadamu berujung maya
dalam abadi kebersamaan jiwa
selalu dan tetap begitu
warna baru
makna baru
pesona baru
tak pernah berulang sgala rasa
selalu mencipta hal-hal tak terduga
gelora
cita
mimpi
angan
gairah
sulam menyulam membentuk kain kehidupan
tiadamu tak pernah ada
dalam hadir yang selalu menjelma
tiadamu berujung maya
dalam abadi kebersamaan jiwa
Minggu, 06 Juni 2010
Cobaan
waktu berjalan mengikis umurku
waktu berputar menggerus kuatku
tak ada berhenti bagi sang waktu
bergerak maju tanpa mampu dihindari
hempasan angin kehidupan lemparkanku
terjatuh dan berkalang tanah
ku mesti bangkit dan kejar sang waktu
bukan renungkan sebab angin lemparkanku
bukan ratapi nyeri di seluruh tubuh
gulungan gelombang hempaskan bahteraku kembali
ke pantai mula
remuk, patah segala tiang penyangga
ku mesti rakit bahtera dan segera arungi lautan jiwa
bukan sesali gelombang yang hempaskan bahtera
bukan tangisi puing-puing yang berserakan
kegersangan kini hinggapi hatiku
meski telaga menyegarkan terpampang di hadapku
kenapa tak segera kau melangkah
kenapa tak segera kau bergerak
kenapa tak segera kau bertindak
kenapa tak segera kau ...
waktu berputar menggerus kuatku
tak ada berhenti bagi sang waktu
bergerak maju tanpa mampu dihindari
hempasan angin kehidupan lemparkanku
terjatuh dan berkalang tanah
ku mesti bangkit dan kejar sang waktu
bukan renungkan sebab angin lemparkanku
bukan ratapi nyeri di seluruh tubuh
gulungan gelombang hempaskan bahteraku kembali
ke pantai mula
remuk, patah segala tiang penyangga
ku mesti rakit bahtera dan segera arungi lautan jiwa
bukan sesali gelombang yang hempaskan bahtera
bukan tangisi puing-puing yang berserakan
kegersangan kini hinggapi hatiku
meski telaga menyegarkan terpampang di hadapku
kenapa tak segera kau melangkah
kenapa tak segera kau bergerak
kenapa tak segera kau bertindak
kenapa tak segera kau ...
Langganan:
Postingan (Atom)