bermata elang
bersayap garuda
sekokoh tekad
hati membaja
di antara semak
dalam belukar
kelinci harapan
sembunyi dalam nyaman
hanya tajam elang
melihat putih di antara kelam
menukik tajam
penuh kejelian
sambar harapan
meski tampak bagai kemustahilan
terbang tinggi
tuju bintang anganan
tak mungkin kepak merpati
ataupun nuri
perlu bentang megah
kokoh menerjang badai
kalahkan angin
tembus awan
karna bintang impian
bukan di pucuk rerumputan
karna bintang keberhasilan
jauh di atas puncak pegunungan
hanya tekad tak pernah surut
hanya semangat tak pernah redup
hanya yakin tanpa bimbang
hanya langkah tanpa henti
hanya usaha tak pernah kendur
hanya gerak tanpa mundur
genggang di hatimu
letakkan tepat di hadapmu
lalu,
rasakan ketajaman mata elangmu
nikmati kegagahan kepak garudamu
rasakan ketebalan tekadmu
Kamis, 10 Februari 2011
Sabtu, 05 Februari 2011
A S A
ku harap terang
di depan mata
biar jelas
ke arah mana
ku ingin bening
aliri hati
agar jernih
isi diri
angan cita
tampaklah segera
gantikan kelam
sampah-sampah jiwa
tunduh pasrah
segenap jiwa
setelah genap
kerahkan usaha
di depan mata
biar jelas
ke arah mana
ku ingin bening
aliri hati
agar jernih
isi diri
angan cita
tampaklah segera
gantikan kelam
sampah-sampah jiwa
tunduh pasrah
segenap jiwa
setelah genap
kerahkan usaha
Kamis, 03 Februari 2011
tinggal rasa tanpa kata
hilang kata
tak ada huruf tuk dirangkai
tinggal rasa
tak terwakili dalam bahasa
lepas
terurai
sirna sudah benang pengikatnya
degub tak dapat lagi bicara
nafas tak lagi mampu keluar suara
hanya rasa
tak terperi
tak terwakili
tak ada huruf tuk dirangkai
tinggal rasa
tak terwakili dalam bahasa
lepas
terurai
sirna sudah benang pengikatnya
degub tak dapat lagi bicara
nafas tak lagi mampu keluar suara
hanya rasa
tak terperi
tak terwakili
Langganan:
Postingan (Atom)