dari degub ringan di dalam diri
hingga menjadi dentuman hebat yang
menghantam dinding hati
dari riak perlahan di ujung jiwa
hingga menjadi gelombang pasang yang
menghantam sukma
dari desir sejuk di pucuk daun cinta
hingga menjadi topan besar yang
mengombang-ambing jiwa
rindu mengalir dari mengasyikkan
menjadi tak tertahankan
dari semilir sejuk
menjadi badai dingin membekukan
dari hangat jiwa
menjadi kobaran nyala
rindu berubah dari puisi-puisi jiwa
yang tersimpan rapat dalam relung hati
menjadi aliran panas kata yang mesti dikeluarkan
menjadi baris-baris kata dalam nyata
dan pada akhirnya...
mesti kembali tak mampu diungkap dalam kata
mesti tersimpan lagi dalam sunyi jiwa
Selasa, 14 Juni 2011
Minggu, 12 Juni 2011
untuk rindu yang lebih berarti
lapisi rindu dengan penyebutan asma-Mu
aliri degub dengan aliran tasbih-Mu
isi gelombang dengan dahsyat tahmid-Mu
biar padu hati dan jiwaku
biar makna merasuk dalam tiap
tarik nafasku
biar sia sirna dari tiap
pengharapanku
karna....
segalanya dari-Mu
bersama-Mu
dan berakhir pada-Mu
aliri degub dengan aliran tasbih-Mu
isi gelombang dengan dahsyat tahmid-Mu
biar padu hati dan jiwaku
biar makna merasuk dalam tiap
tarik nafasku
biar sia sirna dari tiap
pengharapanku
karna....
segalanya dari-Mu
bersama-Mu
dan berakhir pada-Mu
Cinta dan Rindu (sebagai nikmat Tuhan)
inilah nikmat selaksa nikmat
tumbuhan subur tak pernah layu
rindang memayung dalam sejuk
abadi bersemi di taman hati
tiap gugur daun
menebar wangi beragam kesturi
tiap mekar bunga
menghias megah relung sukma
tiap kuncup tunas
tumbuhkan sejuk semakin indah
itulah cinta di hati tiap bernyawa
abadi hidup sepanjang hayatnya
mendegub jantung
menggetar nadi
alirkan gelora dalam jiwa
merambat, menyebar seluruh badan
dalam panas menggigil kedinginan
itulah rindu dalam gelombang
saat menggulung di jiwa-jiwa insan
tumbuhan subur tak pernah layu
rindang memayung dalam sejuk
abadi bersemi di taman hati
tiap gugur daun
menebar wangi beragam kesturi
tiap mekar bunga
menghias megah relung sukma
tiap kuncup tunas
tumbuhkan sejuk semakin indah
itulah cinta di hati tiap bernyawa
abadi hidup sepanjang hayatnya
mendegub jantung
menggetar nadi
alirkan gelora dalam jiwa
merambat, menyebar seluruh badan
dalam panas menggigil kedinginan
itulah rindu dalam gelombang
saat menggulung di jiwa-jiwa insan
Langganan:
Postingan (Atom)