Rabu, 14 Desember 2011

kembali lagi

kembali sepi merayapi
  bersama sunyi di penghujung hari
tiba-tiba hampa menganga
  di kawah-kawah luka sukma
begitu saja berjalan semua
tak ada sengaja

tak akan ku kembali menunduk
walau tulang kakiku remuk
tak akan ku kembali merajuk
meski sukma penuh rasa tusuk

air mata tetaplah air mata
biarlah ia mengalir semestinyai
tak perlu dipaksa
  cukup nikmati saja
karna pada akhirnya
semua adalah anugerah Sang Kuasa

Senin, 12 Desember 2011

Tanyaku malam ini

kadang...
mesti kembali ku bertanya
  akan tiap langkah
    atas tiap ide
   

untuk apa
   karena apa
     demi apa

keangkuhan
   rasa iri
ataukah....
   keikhlasan

Jumat, 09 Desember 2011

rindu kembali bergelora

kembali merindu
pada belahan yang menjadi satu
hari-hari biarlah berlalu
tapi yakinku tak berubah padamu

kembali bergelora
menggelegak di ujung jiwa
percik-percik cinta
berkobar sepanjang masa

di awal hari
 ketika mentari baru menampakkan diri
   saat hangat mulai menyinari
 cemerlang cahya dalam hati
   namamu membias di sanubari

di tiap siang
saat surya panas memanggang
senyummu sirnakan kerontang
  basahi jiwa yang lagi meregang
   sejukkan jiwa yang lagi meradang

kala senja menutup masa
seiring terbuka peraduan surya
bersama semburat lembayung di ujung angkasa
cahya cinta gemilang sinari sukma
 indahkan malam untuk bersua
  memadu melebur dalam fitrah cinta