Sabtu, 24 Maret 2012

sebuah do'a

mohon perkenan
agar ikhlas mengalir dalam garis takdir-Mu
        rela jalani setiap langkah dalam tetap-Mu
tak lagi bertanya
  akan arti dan makna
tak lagi berkesah
  akan gundah gelisah
tak lagi menuntut
  pengkabulan yang tak patut

mohon perkenan
agar ikhlas mengalir di sungai takdir
dalam jernih
    dalam sejuk
       dalam gemericik menyejukkan
 tak lagi marah
    ketika jalan tak searah
tak lagi amuk
    saat angan tak jadi bentuk
tak lagi kecewa
    jika ingin belum menjelma

mohon perkenan
meliuk bersama alir sungai takdir-Mu
menari dalam desir angin kuasa-Mu

Jumat, 23 Maret 2012

jelang subuh

terpekur di atas hamparan
merenung apa yang berjalan
akan makna sebuah perjalanan
   akan arti sebuah tujuan

terduduk di atas tanah
   mencoba untuk berserah
     di atas lembaran sajadah
membaca ayat-ayat tentang amanah

tertunduk menekuk tengkuk
mengingat amal segala bentuk
hati dan dan jiwa yang masih membusuk
dalam jerat perangai buruk

mencari makna dari desah hampa
mencari arti dari tiap gerak diri
mencari kalbu pada tiap tarikan rindu

Kamis, 22 Maret 2012

limbung

hambar,
   hampa
      kosong
        tanpa jiwa

setiap kata kehilangan makna
  nyanyian jiwa tak lagi bergema
tinggal kata mengalir tanpa daya
   hanya suara tanpa rasa

entah kemana
    entah di mana
       entah kenapa

di hamparan kesunyian tanpa batas
pada gurun kelengangan tanpa ujung
menengadah langit tersaput kabut

ah...