pada-Mu kembali aku mengadu
akan resah, gelisah, dan bimbangku
akan berat yang seakan pundakku tak mampu
Semua berawal dari-Mu
maka Engkaulah yang akan mengakhirinya
semua tumbuh karena-Mu
maka Engkaulah yang akan merawatnya
semua muncul atas ijin-Mu
maka Engkaulah yang akan menyelesaikannya
harapku hanya
agar inginku sejalan dengan kehendak-Mu
agar mimpiku berada dalam garis takdir-Mu
agar do'aku jalan bagi pemenuhan peranku
Rabu, 17 Oktober 2012
Jumat, 12 Oktober 2012
Puisi GILA lagi
I
yakinku akan hadirmu
begitu pasti
meski sakit tak terhindarkan
saat menanti
yakinku akan hadirmu
begitu pasti
meski sakit tak terhindarkan
saat menanti
II
angkasaku menggelegak
merindu bumimu
gelegar guntur, sambaran petir adalah bukti
hampir tertahankan lagi
hujan mesti diturunkan
hadirlah bumi
karena airku ingin menyegarkanmu
bersiaplah bumi
terima terima tetes-tetes cinta
yang akan menumbuhkan benih-benih kasih
yang tersimpan di rahimmu....
gelegar guntur, sambaran petir adalah bukti
hadirlah bumi
bersiaplah bumi
yang akan menumbuhkan benih-benih kasih
yang tersimpan di rahimmu....
Rabu, 10 Oktober 2012
Puisi GILA
bergetar semestaku
menahan alir gelegak gelora
runtuh sudah tiang-tiang penyangga
menerjang menggulung gelombang birahi
panas mendidih membakar ubun-ubun
nyalakan jalang liar mata
lumpuhkan akal nalar pikirku
menghitam kelam alam sekelilingku
mati-matian ku jaga cahya hati
pontang-panting ku tahankan api jiwa
dalam badai tak semakin menggila
dalam gelombang yang semakin membabi buta
Kalau saja tak ada cahaya
mungkin t'lah masuk ku dalam gelombang gelora
lalu hancurkan apa saja
padamkan cahya-cahya yang tak dijaga dengan semestinya
Untung saja masih ada api jiwa
hingga jalan di hadapku masih tampak arahnya
masih selamat dari terperosok dalam jurang menganga
menahan alir gelegak gelora
runtuh sudah tiang-tiang penyangga
menerjang menggulung gelombang birahi
panas mendidih membakar ubun-ubun
nyalakan jalang liar mata
lumpuhkan akal nalar pikirku
menghitam kelam alam sekelilingku
mati-matian ku jaga cahya hati
pontang-panting ku tahankan api jiwa
dalam badai tak semakin menggila
dalam gelombang yang semakin membabi buta
Kalau saja tak ada cahaya
mungkin t'lah masuk ku dalam gelombang gelora
lalu hancurkan apa saja
padamkan cahya-cahya yang tak dijaga dengan semestinya
Untung saja masih ada api jiwa
hingga jalan di hadapku masih tampak arahnya
masih selamat dari terperosok dalam jurang menganga
Langganan:
Postingan (Atom)