tak ada lagi kata
untuk mewakili segala
karna tak ada lagi segala
untuk diungkap kata
ketika kata menjadi penyambung rasa
ia meluncur seperti badai
mengharu biru selimuti segala
namun saat rasa tak lagi menjiwa
apa yang bisa dilakukan kata
mesti mewakili apa
Kamis, 10 Desember 2015
Rabu, 26 Agustus 2015
semoga menjadi sebagaimana mestinya
padaMu ku serahkan segala
padaMu ku gantungkan semua
padaMu ku kembalikan setiap tetap
aku hanya salah satu makhluk yang mengaku
mengaku sebagai hamba bagiMu
mengaku sebagai khalifah wakilMu
mengaku sebagai wujud kasihMu
baru sebatas mengaku
entah bagaimana menurutMu
padaMu ku gantungkan semua
padaMu ku kembalikan setiap tetap
aku hanya salah satu makhluk yang mengaku
mengaku sebagai hamba bagiMu
mengaku sebagai khalifah wakilMu
mengaku sebagai wujud kasihMu
baru sebatas mengaku
entah bagaimana menurutMu
Minggu, 22 Februari 2015
Kembali dalam Sesat Jiwa
kembali terpuruk di ujung waktu
tak bisa kembali atau berlari
di sudut tergelap sesat jiwa
meringkuk menggigil tanpa daya
ingin kembali segera berdiri untuk berjalan bahkan berlari
namun sendi seakan tanpa isi
lumpuh tak mampu sangga diri
hanya sadar akan kuasa Sang Sejati
menjaga jiwa tetap pada harap dan asa
menjaga sukma tetap bertahan di raga
hanya yakin pada ayat yang sering terbaca
bahwa hanya ia yang bisa yang akan diberi coba
bahwa Ia telah mengukur bala sesuai dengan kapasitas penerima
tak bisa kembali atau berlari
di sudut tergelap sesat jiwa
meringkuk menggigil tanpa daya
ingin kembali segera berdiri untuk berjalan bahkan berlari
namun sendi seakan tanpa isi
lumpuh tak mampu sangga diri
hanya sadar akan kuasa Sang Sejati
menjaga jiwa tetap pada harap dan asa
menjaga sukma tetap bertahan di raga
hanya yakin pada ayat yang sering terbaca
bahwa hanya ia yang bisa yang akan diberi coba
bahwa Ia telah mengukur bala sesuai dengan kapasitas penerima
Langganan:
Postingan (Atom)