aku tak tahu apakah mencintamu atau memujamu
segala tentangmu menggetar hati dan jiwaku
dalam tarik nafasku mengalir nama dan getarmu
indah mengguncang sadar maupun bawah sadarku
aku tak tahu apakah merindumu atau menggilamu
seakan harus ada dirimu dalam tiap gerakku
tak ada yang lain yang boleh menyebutmu
penyebutan namamu kecuali dariku hanya akan memedihkan hatiku
menyayat sukmaku dalam rindu yang menggebu
aku tak tahu apakah mencintamu atau memujamu
selaksa puja tak pernah cukup mewakili gelombang yang menghantam relungku
sejuta puji tak pernah mampu mengungkap apa yang menghias sukmaku
aku tak tahu apakah mencintamu atau memujamu
Tuhan, inikah anugerah yang bisa memperdayaku?
inikah nikmat yang bisa menyeretku menuju adzab?
inikah keindahan yang bisa menjerumuskanku dalam kenistaan?
Tuhan, aku yakin segala dari-Mu adalah yang terbaik untukku
maka aku memohon pada-Mu
memohon perkenan-Mu
agar setiap nikmat-Mu mampu ku syukuri
agar setiap anugerah-Mu mampu ku nikmati
agar keindahan dari-Mu tak pernah menterlenakanku
Tuhan, aku memohon pada-Mu
sungguh-sungguh memohon pada-Mu
mohon perkenan-Mu
Tampilkan postingan dengan label aku (do'a). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku (do'a). Tampilkan semua postingan
Sabtu, 31 Agustus 2013
Senin, 24 Januari 2011
titik ketak berdayaan
inilah titik di mana
mesti ku tundukkan sombongku
inilah titik di mana
harus ku hancurkan angkuhku
inilah titik di mana
segala puja mesti kembali pada-Mu
dalam rintih pedih
makin nyata fana' ku
dalam perih
makin jelas ketiadaan dayaku
ampunkan aku atas segala ketakpantasanku
mestinya ku berserah pada-Mu
bukan malah membesarkan egoku
harusnya ku berpasrah pada-Mu
bukan malah membijakkan diriku
yakinku kini penuh rongga
keropos seperti tulang tua
ikhasku kini masih sebatas kata
sejuta 'gerundel' menghambur jiwa
pada-Mu ku mohon ampun
meng-istighfar-kan segenap badanku
pada-Mu ku mohon perkenan
terima tetap-Mu sebagai nikmat-Mu
mesti ku tundukkan sombongku
inilah titik di mana
harus ku hancurkan angkuhku
inilah titik di mana
segala puja mesti kembali pada-Mu
dalam rintih pedih
makin nyata fana' ku
dalam perih
makin jelas ketiadaan dayaku
ampunkan aku atas segala ketakpantasanku
mestinya ku berserah pada-Mu
bukan malah membesarkan egoku
harusnya ku berpasrah pada-Mu
bukan malah membijakkan diriku
yakinku kini penuh rongga
keropos seperti tulang tua
ikhasku kini masih sebatas kata
sejuta 'gerundel' menghambur jiwa
pada-Mu ku mohon ampun
meng-istighfar-kan segenap badanku
pada-Mu ku mohon perkenan
terima tetap-Mu sebagai nikmat-Mu
Langganan:
Postingan (Atom)