aku merindumu sepanjang waktuku
mengalir dalam alir darahku
berhembus bersama nafasku
bergerak bersama langkah kakiku
merengkuh dalam tiap gerak tanganku
aku merindumu dalam seluruh waktuku
menuju sua yang tak pernah tahu kapan jua
aku menyebutmu dalam tiap kata yang keluar dari jiwa
bersama detak yang mendenyut di jantungku
dalam denyut yang mengalir di nadiku
aku menyebutmu sepanjang waktu
dalam sadar dan tidurku
aku merindumu dalam selurung ruang waktu
melintas batas alam, melampauinya daya nalar
merasuk jiwa abaikan keterbatasan raga
aku merindumu sepanjang sisa nafasku
sebagai syukur atas anugerah cinta kasihmu
dari Ia Sang Segala Tahu
aku menyebutmu bahkan dalam ruku sujudku
bersama Asma dan salam sang Rasul penutup waktu
aku menyebutmu dalam untaian doa harapku
iringi puja pada Sang Pemilik Waktu
setelah salawat pada sang kekasih Tuhanku
aku merindumu
menunggu suamu
menanti turun wujudmu
dalam bentuk apapun yang diperkenankan Sang Penguasa Rindu
aku merindumu belahan jiwaku
separuh sukmaku
setengah nafasku
aku melihatmu dalam tiap percik jiwa yang kau tebar di sekitarku
dalam hembus semilir kirimkan wangimu
dalam tiap desah yang tiba-tiba menyambangiku
aku merindumu
sepenuh
seluruh
seutuh
Allah, Tuhan Penggenggam Segala yang tersimpan di kalbu
mohon perkenan-Mu
aku sungguh mohon perkenan-Mu
perkenankan wujud kembali dalam nyataku
perkenankan rindu abadi menghias relungku
perkenankan aku mampu ridlo atas segala tetap-Mu (amin)
Tampilkan postingan dengan label aku rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku rindu. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 September 2013
Sabtu, 09 Maret 2013
mari kembali menari dan bernyanyi...
malam ini aku ingin kembali menari bersamamu
meliuk bersama ombak kehidupan
mendesir ikuti arus angin badai topan
malam ini aku ingin kembali bernyanyi bersamamu
lagukan segala indah dalam hening sunyi
mendayu segala syair bahasa hati
malam ini aku ingin kembali pejamkan mataku
undang hadirmu dalam segala sempurnamu
duduk di depan rumah memadu rindu
sirnakan segala huruf, kata, dan kalimat bermutu
biarkan mata kita bicara dan beradu
dalam Fatihah ku sebut namamu
ulurkan tangan untuk kembali menari kalbu
bersama berputar nikmati indahnya rindu
dengan iringan seruling Daud yang mendayu
getarkan denyut-denyut kita yang semakin menyatu
melantun Yaa Siin resapkan makna di jiwa
pengiring dendang nyanyian kita
seperti syair-syair para pecinta
satukan dua menyatu bersama
malam ini aku ingin kembali menari bersamamu
meliuk melentur ikuti irama kehidupan
selusuri relung-relung keabadian dalam kefanaan
bersamamu malam ini aku ingin keluar dari ragaku
melihat tempat entah kapan akan kita huni
sejenak kembali sekedar menggandengmu
kembali rasakan lembut kulitmu
kembali hirup wangi aromamu
kembali tatap teduh matamu
malam ini aku ingin kembali menari bersamamu
ikuti irama Fatihah,
Yasin,
Ikhlas,
Mu'awwidzatain,
tasbih,
tahlil,
tahmid,
dan shalawat sang nabi
malam ini aku ingin kembali menari bersamamu
sambil senandungkan kembali setiap jengkal kisah kita
malam ini aku ingin kembali menari bersamamu...
ulurkan tanganmu kan ku sambut dengan segenap rindu...
meliuk bersama ombak kehidupan
mendesir ikuti arus angin badai topan
malam ini aku ingin kembali bernyanyi bersamamu
lagukan segala indah dalam hening sunyi
mendayu segala syair bahasa hati
malam ini aku ingin kembali pejamkan mataku
undang hadirmu dalam segala sempurnamu
duduk di depan rumah memadu rindu
sirnakan segala huruf, kata, dan kalimat bermutu
biarkan mata kita bicara dan beradu
dalam Fatihah ku sebut namamu
ulurkan tangan untuk kembali menari kalbu
bersama berputar nikmati indahnya rindu
dengan iringan seruling Daud yang mendayu
getarkan denyut-denyut kita yang semakin menyatu
melantun Yaa Siin resapkan makna di jiwa
pengiring dendang nyanyian kita
seperti syair-syair para pecinta
satukan dua menyatu bersama
malam ini aku ingin kembali menari bersamamu
meliuk melentur ikuti irama kehidupan
selusuri relung-relung keabadian dalam kefanaan
bersamamu malam ini aku ingin keluar dari ragaku
melihat tempat entah kapan akan kita huni
sejenak kembali sekedar menggandengmu
kembali rasakan lembut kulitmu
kembali hirup wangi aromamu
kembali tatap teduh matamu
malam ini aku ingin kembali menari bersamamu
ikuti irama Fatihah,
Yasin,
Ikhlas,
Mu'awwidzatain,
tasbih,
tahlil,
tahmid,
dan shalawat sang nabi
malam ini aku ingin kembali menari bersamamu
sambil senandungkan kembali setiap jengkal kisah kita
malam ini aku ingin kembali menari bersamamu...
ulurkan tanganmu kan ku sambut dengan segenap rindu...
Minggu, 09 Mei 2010
Tiba-tiba aku merindumu
deras hujan mengalir turun
susuri genteng rumah kita
gemeresak suara air
rambati tiap sudut miring atap rumah kita
menetas pada batu-batu kecil di sekitar rumah kita
mengalir pasti menuju selokan dengan muara
sungai di dekat rumah kita
semua mengalirkan rindu
tiap tetes yang menjadi deras
membawa detak rindu yang tiba-tiba
tiap suara titik air di batuan
melantunkan sahyu lagu rindu yang menggelora
deras hujan menambatkan rindu
di pantai hati
gemericik air mendendangkan rindu
di relung jiwa
semua begitu tiba-tiba
rinduku menggebu
rinduku menggelora
rinduku menggelegak
rinduku padamu
menghantam dinding-dinding hatiku
tiba-tiba aku rindu padamu
sangat rindu padamu
susuri genteng rumah kita
gemeresak suara air
rambati tiap sudut miring atap rumah kita
menetas pada batu-batu kecil di sekitar rumah kita
mengalir pasti menuju selokan dengan muara
sungai di dekat rumah kita
semua mengalirkan rindu
tiap tetes yang menjadi deras
membawa detak rindu yang tiba-tiba
tiap suara titik air di batuan
melantunkan sahyu lagu rindu yang menggelora
deras hujan menambatkan rindu
di pantai hati
gemericik air mendendangkan rindu
di relung jiwa
semua begitu tiba-tiba
rinduku menggebu
rinduku menggelora
rinduku menggelegak
rinduku padamu
menghantam dinding-dinding hatiku
tiba-tiba aku rindu padamu
sangat rindu padamu
Langganan:
Postingan (Atom)