Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 April 2018

Sadari (Sadar Diri)

terantuk batu jalanan
terjerembab di atas kubangan
rasa jijik kala wajah tercebur kubangan
kecewa karena merasa hilang kesucian

tanpa sengaja melihat wajah di air dalam kubangan
luntur meleleh segala topeng kepalsuan
ah...
ternyata masih saja banyak kebopengan
yang tanpa sadar dihaluskan oleh topeng kepalsuan
ah...
air kotor di kubangan
ternyata masih mampu menampilkan kesejatian
akan wajah diri yang masih penuh kebopengan
ah...
ternyata tak perlu air jernih untuk melelehkan
segala lapis topeng kebopengan
ah...
ternyata cukup air comberan
untuk membuka semua kepalsuan

malu aku pada wajah sendiri
ngeri aku melihat kerusakan wajah sendiri

Rabu, 01 Februari 2017

aku hanyalah debu

aku bukanlah gunung
menjulang tinggi menggapai mega
aku bukan juga angin
bertiup kesana kemari menembus awan
aku bukanlah laut
bergulung ombak menggapai bulan

aku hanyalah debu
larut tersapu air
terombang ambing dibawa angin

aku hanyalah debu
inginku....
meski tersapu air
ke-debu-anku tidak lenyap terbawa arus
walau terombang-ambing air
ke-debu-anku tidak sirna dalam pusaran
entah air menyapuku ke mana saja
entah angin melemparkanku ke apa saja
ke-debu-anku tetap menemukan diri
tetap mewujud dalam titip kecil tiap benda yang terhinggapi

aku hanyalah debu
dan biarlah aku tetap menjadi debu

Sabtu, 31 Desember 2016

aku rindu

aku rindu pada setiap keadaan yang menggetarkan
aku rindu pada setiap peristiwa yang mendegubkan
aku rindu pada setiap kejadian yang menggugahkan
aku rindu pada setiap keinginan yang menggairahkan
aku rindu pada setiap detakan yang membangkitkan
aku rindu pada setiap tarikan yang merangksang
aku rindu pada setiap keberanian yang penuh pertanggungjawaban
aku rindu pada setiap kekhawatiran yang berakhir pada ketundukan
aku rindu pada setiap ketakutan yang mendekatkan
aku rindu pada setiap ketakberdayaan yang menyambungkan
aku rindu pada setiap langkah menuju kesejatian
aku rindu pada......
aku rindu.......
aku.....

Sabtu, 24 September 2016

aku tak tahu

aku tak tahu
apakah apiku akan menghangatkan atau
           membakar memusnahkan
aku tak tahu
apakah airku akan mendinginkan atau
            menggulung meluluh lantakkan
aku tak tahu
apakah anginku akan menyejukkan atau
            membadai menghancurkan
aku tak tahu
apakah tanahku akan menumbuhkan atau
            menelan segala yang dipermukaan
aku tak tahu
apakah nafasku akan memberi kehidupan atau
             menebar kematian
aku tak tahu
apakah adaku membawa kemanfaatan atau
             menghadirkan kemudaratan
aku tak tahu...

Rabu, 08 Januari 2014

muhasabah

mencoba ku memahami
bahwa aku tak punya apa-apa
bahwa aku tidak memiliki daya apapun jua
bahwa tak ada kekuatan pada diri hamba
bahwa semua adalah kehendak-Nya

pengetahuanku adalah karunia
kemampuanku adalah karunia
pengabdianku adalah karunia
kelebihanku adalah karunia
semua adalah karunia
semua adalah anugerah dari Sang Segala Maha

lalu, mengapa tetap saja aku merasa memiliki segala apa
mengapa tetap saja aku merasa mampu melakukan segala
mengapa tetap saja aku merasa boleh menentukan apa saja

oh...untuk apa kesadaranku
jika tak membawaku pada kesejatian diri
oh...untuk apa pengetahuanku
jika tak membawaku pada pemahaman sejati
oh...betapa bodoh dan naifku
masih saja aku merasa berkesadaran dan berpengetahuan
bukankah aku bukan apa-apa dan tak memiliki apa-apa?
bukankah segala yang adalah karunia karena keluasan rahmat-Nya?

mohon perkenan agar mampu ku syukuri segala yang terjadi...
amin

Senin, 29 November 2010

cukupkanlah Engkau bagiku

tak ada yang tahu
  pedih dan sakitku
dan memang
tak perlu ada yang tahu
cukuplah Engkau bagiku

ku coba maknai perihku

    sebagai nikmat dari-Mu
ku coba terima pedihku
    sebagai anugerah bagi jiwaku

semua pasti yang terbaik dari-Mu

tak pernah dan tak akan Engkau
   tinggalkanku

semua pasti demi baikku

garis yang pasti benar dari-Mu

coba ku terima dengan lapang

meski gamang tak kunjung hilang
coba sikapi dengan tenang
meski gelisah tak terbilang

mestinya memang tak perlu ku ungkap

          sakitku
jika sekedar buat orang mengerti sakitku
mestinya memang tak perlu ku ungkap
         perihku
jika sekedar orang iba padaku

mestinya cukuplah Engkau sebagai tempat

             keluhku
atas pedih
          perih
            sakit
              luka
yang tentu berasal dari-Mu
untuk menegaskan diriku