terantuk batu jalanan
terjerembab di atas kubangan
rasa jijik kala wajah tercebur kubangan
kecewa karena merasa hilang kesucian
tanpa sengaja melihat wajah di air dalam kubangan
luntur meleleh segala topeng kepalsuan
ah...
ternyata masih saja banyak kebopengan
yang tanpa sadar dihaluskan oleh topeng kepalsuan
ah...
air kotor di kubangan
ternyata masih mampu menampilkan kesejatian
akan wajah diri yang masih penuh kebopengan
ah...
ternyata tak perlu air jernih untuk melelehkan
segala lapis topeng kebopengan
ah...
ternyata cukup air comberan
untuk membuka semua kepalsuan
malu aku pada wajah sendiri
ngeri aku melihat kerusakan wajah sendiri
Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan
Senin, 09 April 2018
Rabu, 01 Februari 2017
aku hanyalah debu
aku bukanlah gunung
menjulang tinggi menggapai mega
aku bukan juga angin
bertiup kesana kemari menembus awan
aku bukanlah laut
bergulung ombak menggapai bulan
aku hanyalah debu
larut tersapu air
terombang ambing dibawa angin
aku hanyalah debu
inginku....
meski tersapu air
ke-debu-anku tidak lenyap terbawa arus
walau terombang-ambing air
ke-debu-anku tidak sirna dalam pusaran
entah air menyapuku ke mana saja
entah angin melemparkanku ke apa saja
ke-debu-anku tetap menemukan diri
tetap mewujud dalam titip kecil tiap benda yang terhinggapi
aku hanyalah debu
dan biarlah aku tetap menjadi debu
menjulang tinggi menggapai mega
aku bukan juga angin
bertiup kesana kemari menembus awan
aku bukanlah laut
bergulung ombak menggapai bulan
aku hanyalah debu
larut tersapu air
terombang ambing dibawa angin
aku hanyalah debu
inginku....
meski tersapu air
ke-debu-anku tidak lenyap terbawa arus
walau terombang-ambing air
ke-debu-anku tidak sirna dalam pusaran
entah air menyapuku ke mana saja
entah angin melemparkanku ke apa saja
ke-debu-anku tetap menemukan diri
tetap mewujud dalam titip kecil tiap benda yang terhinggapi
aku hanyalah debu
dan biarlah aku tetap menjadi debu
Sabtu, 31 Desember 2016
aku rindu
aku rindu pada setiap keadaan yang menggetarkan
aku rindu pada setiap peristiwa yang mendegubkan
aku rindu pada setiap kejadian yang menggugahkan
aku rindu pada setiap keinginan yang menggairahkan
aku rindu pada setiap detakan yang membangkitkan
aku rindu pada setiap tarikan yang merangksang
aku rindu pada setiap keberanian yang penuh pertanggungjawaban
aku rindu pada setiap kekhawatiran yang berakhir pada ketundukan
aku rindu pada setiap ketakutan yang mendekatkan
aku rindu pada setiap ketakberdayaan yang menyambungkan
aku rindu pada setiap langkah menuju kesejatian
aku rindu pada......
aku rindu.......
aku.....
aku rindu pada setiap peristiwa yang mendegubkan
aku rindu pada setiap kejadian yang menggugahkan
aku rindu pada setiap keinginan yang menggairahkan
aku rindu pada setiap detakan yang membangkitkan
aku rindu pada setiap tarikan yang merangksang
aku rindu pada setiap keberanian yang penuh pertanggungjawaban
aku rindu pada setiap kekhawatiran yang berakhir pada ketundukan
aku rindu pada setiap ketakutan yang mendekatkan
aku rindu pada setiap ketakberdayaan yang menyambungkan
aku rindu pada setiap langkah menuju kesejatian
aku rindu pada......
aku rindu.......
aku.....
Sabtu, 24 September 2016
aku tak tahu
aku tak tahu
apakah apiku akan menghangatkan atau
membakar memusnahkan
aku tak tahu
apakah airku akan mendinginkan atau
menggulung meluluh lantakkan
aku tak tahu
apakah anginku akan menyejukkan atau
membadai menghancurkan
aku tak tahu
apakah tanahku akan menumbuhkan atau
menelan segala yang dipermukaan
aku tak tahu
apakah nafasku akan memberi kehidupan atau
menebar kematian
aku tak tahu
apakah adaku membawa kemanfaatan atau
menghadirkan kemudaratan
aku tak tahu...
apakah apiku akan menghangatkan atau
membakar memusnahkan
aku tak tahu
apakah airku akan mendinginkan atau
menggulung meluluh lantakkan
aku tak tahu
apakah anginku akan menyejukkan atau
membadai menghancurkan
aku tak tahu
apakah tanahku akan menumbuhkan atau
menelan segala yang dipermukaan
aku tak tahu
apakah nafasku akan memberi kehidupan atau
menebar kematian
aku tak tahu
apakah adaku membawa kemanfaatan atau
menghadirkan kemudaratan
aku tak tahu...
Rabu, 08 Januari 2014
muhasabah
mencoba ku memahami
bahwa aku tak punya apa-apa
bahwa aku tidak memiliki daya apapun jua
bahwa tak ada kekuatan pada diri hamba
bahwa semua adalah kehendak-Nya
pengetahuanku adalah karunia
kemampuanku adalah karunia
pengabdianku adalah karunia
kelebihanku adalah karunia
semua adalah karunia
semua adalah anugerah dari Sang Segala Maha
lalu, mengapa tetap saja aku merasa memiliki segala apa
mengapa tetap saja aku merasa mampu melakukan segala
mengapa tetap saja aku merasa boleh menentukan apa saja
oh...untuk apa kesadaranku
jika tak membawaku pada kesejatian diri
oh...untuk apa pengetahuanku
jika tak membawaku pada pemahaman sejati
oh...betapa bodoh dan naifku
masih saja aku merasa berkesadaran dan berpengetahuan
bukankah aku bukan apa-apa dan tak memiliki apa-apa?
bukankah segala yang adalah karunia karena keluasan rahmat-Nya?
mohon perkenan agar mampu ku syukuri segala yang terjadi...
amin
bahwa aku tak punya apa-apa
bahwa aku tidak memiliki daya apapun jua
bahwa tak ada kekuatan pada diri hamba
bahwa semua adalah kehendak-Nya
pengetahuanku adalah karunia
kemampuanku adalah karunia
pengabdianku adalah karunia
kelebihanku adalah karunia
semua adalah karunia
semua adalah anugerah dari Sang Segala Maha
lalu, mengapa tetap saja aku merasa memiliki segala apa
mengapa tetap saja aku merasa mampu melakukan segala
mengapa tetap saja aku merasa boleh menentukan apa saja
oh...untuk apa kesadaranku
jika tak membawaku pada kesejatian diri
oh...untuk apa pengetahuanku
jika tak membawaku pada pemahaman sejati
oh...betapa bodoh dan naifku
masih saja aku merasa berkesadaran dan berpengetahuan
bukankah aku bukan apa-apa dan tak memiliki apa-apa?
bukankah segala yang adalah karunia karena keluasan rahmat-Nya?
mohon perkenan agar mampu ku syukuri segala yang terjadi...
amin
Senin, 29 November 2010
cukupkanlah Engkau bagiku
tak ada yang tahu
pedih dan sakitku
dan memang
tak perlu ada yang tahu
cukuplah Engkau bagiku
ku coba maknai perihku
sebagai nikmat dari-Mu
ku coba terima pedihku
sebagai anugerah bagi jiwaku
semua pasti yang terbaik dari-Mu
tak pernah dan tak akan Engkau
tinggalkanku
semua pasti demi baikku
garis yang pasti benar dari-Mu
coba ku terima dengan lapang
meski gamang tak kunjung hilang
coba sikapi dengan tenang
meski gelisah tak terbilang
mestinya memang tak perlu ku ungkap
sakitku
jika sekedar buat orang mengerti sakitku
mestinya memang tak perlu ku ungkap
perihku
jika sekedar orang iba padaku
mestinya cukuplah Engkau sebagai tempat
keluhku
atas pedih
perih
sakit
luka
yang tentu berasal dari-Mu
untuk menegaskan diriku
pedih dan sakitku
dan memang
tak perlu ada yang tahu
cukuplah Engkau bagiku
ku coba maknai perihku
sebagai nikmat dari-Mu
ku coba terima pedihku
sebagai anugerah bagi jiwaku
semua pasti yang terbaik dari-Mu
tak pernah dan tak akan Engkau
tinggalkanku
semua pasti demi baikku
garis yang pasti benar dari-Mu
coba ku terima dengan lapang
meski gamang tak kunjung hilang
coba sikapi dengan tenang
meski gelisah tak terbilang
mestinya memang tak perlu ku ungkap
sakitku
jika sekedar buat orang mengerti sakitku
mestinya memang tak perlu ku ungkap
perihku
jika sekedar orang iba padaku
mestinya cukuplah Engkau sebagai tempat
keluhku
atas pedih
perih
sakit
luka
yang tentu berasal dari-Mu
untuk menegaskan diriku
Langganan:
Postingan (Atom)