Tampilkan postingan dengan label introspeksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label introspeksi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

tanyakan dan renungkan kembali

mesti bertanya kembali
apa yang melandasi keinginan hati
apa yang ada di balik hasrat mimpi

masihkah utuh penuh seperti
   saat pertama kali
masihkah hanya inginkan kebaikan
   terbagi
masihkah tertuju pada pengabdian diri

atau...
sudahkah menjadi ambisi pribadi
sudahkah menjadi keinginan agungkan diri
sudahkan berubah menjadi pemujaan diri

pertanyakan kembali
letupan-letupan hasrat penggerak jati
masihkah ikhlas mengaliri
masihkah tulus menjadi nadi

pertanyakan kembali...
kala merasa sudah menjadi bagian diri
merasa bisa
   merasa mampu
     merasa kuat
       merasa hebat
         merasa baik
           merasa ......

ingatlah kembali
bahwa merasa tidaklah sama dengan aslinya
merasa bisa
tidaklah sama dengan bisa
merasa mampu
tidaklah sama dengan mampu
merasa kuat
tidaklah sama dengan kuat
merasa hebat
tidaklah sama dengan hebat
merasa baik
tidaklah sama dengan baik

bahkan mungkin malah sebaliknya
merasa bisa
bisa saja bermakna tidak bisa
merasa mampu
bisa saja berarti tidak mampu
merasa kuat
mungkin malah berarti tidak punya kekuatan
merasa hebat
mungkin saja bermakna penuh kelemahan
merasa baik
bisa saja berarti sama sekali tidak baik...

pertanyakan kembali...
renungkan kembali...
sebelum segalanya menjadi
basi.....

Selasa, 06 September 2011

cermin hati

dengarkan hatimu
   ikuti nuranimu
      patuhi gerak jiwamu

kau tahu cermin hatimu tak lagi berkilau cemerlang
kau tahu ia tak lagi mampu pantulkan cahaya dengan sempurna
terlalu banyak noda melekat di atasnya
   terlalu tebal debu menutup kilapnya
     terlalu lekat kerak menempel di tiap titiknya

betapa cahaya tak mampu membias sempurna
titik-titik hitam menodai pantulan sinarnya
betapa bersih sulit ditemukan di permukaannya
noda hitam dan debu bertebaran tak sisakan ruang

ikhlas susah nian lepas dari pamrih
tulus sulit benar tanpa harap balas
perbuatan berujung pada ingin atas pujian
langkah berjalan terjebak dalam keangkuhan

basuh hatimu dengan segar air wudlu
biar segar menyirap panas batinmu
ambil dari telaga-telaga jiwa
gosok permukaan cerminmu sekuat tenaga
alirkan ikhlas dalam gerakmu
gunakan tulus sebagai pembersihmu

tak perlu takut akan sakit
tak usah ragu akan perih
karna nyeri hanya berujung pada kemilau cahaya
kara pedih hanya berakhir pada suci jiwa

biar berdarah-darah
biar bernanah-nanah
gunakan istighfar tuk kuatkan dirimu
gunakan tasbih tuk pertahankan kehambaanmu
gunakan takbir tuk tundukkan egomu