mesti bertanya kembali
apa yang melandasi keinginan hati
apa yang ada di balik hasrat mimpi
masihkah utuh penuh seperti
saat pertama kali
masihkah hanya inginkan kebaikan
terbagi
masihkah tertuju pada pengabdian diri
atau...
sudahkah menjadi ambisi pribadi
sudahkah menjadi keinginan agungkan diri
sudahkan berubah menjadi pemujaan diri
pertanyakan kembali
letupan-letupan hasrat penggerak jati
masihkah ikhlas mengaliri
masihkah tulus menjadi nadi
pertanyakan kembali...
kala merasa sudah menjadi bagian diri
merasa bisa
merasa mampu
merasa kuat
merasa hebat
merasa baik
merasa ......
ingatlah kembali
bahwa merasa tidaklah sama dengan aslinya
merasa bisa
tidaklah sama dengan bisa
merasa mampu
tidaklah sama dengan mampu
merasa kuat
tidaklah sama dengan kuat
merasa hebat
tidaklah sama dengan hebat
merasa baik
tidaklah sama dengan baik
bahkan mungkin malah sebaliknya
merasa bisa
bisa saja bermakna tidak bisa
merasa mampu
bisa saja berarti tidak mampu
merasa kuat
mungkin malah berarti tidak punya kekuatan
merasa hebat
mungkin saja bermakna penuh kelemahan
merasa baik
bisa saja berarti sama sekali tidak baik...
pertanyakan kembali...
renungkan kembali...
sebelum segalanya menjadi
basi.....
Tampilkan postingan dengan label introspeksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label introspeksi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Juni 2012
Selasa, 06 September 2011
cermin hati
dengarkan hatimu
ikuti nuranimu
patuhi gerak jiwamu
kau tahu cermin hatimu tak lagi berkilau cemerlang
kau tahu ia tak lagi mampu pantulkan cahaya dengan sempurna
terlalu banyak noda melekat di atasnya
terlalu tebal debu menutup kilapnya
terlalu lekat kerak menempel di tiap titiknya
betapa cahaya tak mampu membias sempurna
titik-titik hitam menodai pantulan sinarnya
betapa bersih sulit ditemukan di permukaannya
noda hitam dan debu bertebaran tak sisakan ruang
ikhlas susah nian lepas dari pamrih
tulus sulit benar tanpa harap balas
perbuatan berujung pada ingin atas pujian
langkah berjalan terjebak dalam keangkuhan
basuh hatimu dengan segar air wudlu
biar segar menyirap panas batinmu
ambil dari telaga-telaga jiwa
gosok permukaan cerminmu sekuat tenaga
alirkan ikhlas dalam gerakmu
gunakan tulus sebagai pembersihmu
tak perlu takut akan sakit
tak usah ragu akan perih
karna nyeri hanya berujung pada kemilau cahaya
kara pedih hanya berakhir pada suci jiwa
biar berdarah-darah
biar bernanah-nanah
gunakan istighfar tuk kuatkan dirimu
gunakan tasbih tuk pertahankan kehambaanmu
gunakan takbir tuk tundukkan egomu
ikuti nuranimu
patuhi gerak jiwamu
kau tahu cermin hatimu tak lagi berkilau cemerlang
kau tahu ia tak lagi mampu pantulkan cahaya dengan sempurna
terlalu banyak noda melekat di atasnya
terlalu tebal debu menutup kilapnya
terlalu lekat kerak menempel di tiap titiknya
betapa cahaya tak mampu membias sempurna
titik-titik hitam menodai pantulan sinarnya
betapa bersih sulit ditemukan di permukaannya
noda hitam dan debu bertebaran tak sisakan ruang
ikhlas susah nian lepas dari pamrih
tulus sulit benar tanpa harap balas
perbuatan berujung pada ingin atas pujian
langkah berjalan terjebak dalam keangkuhan
basuh hatimu dengan segar air wudlu
biar segar menyirap panas batinmu
ambil dari telaga-telaga jiwa
gosok permukaan cerminmu sekuat tenaga
alirkan ikhlas dalam gerakmu
gunakan tulus sebagai pembersihmu
tak perlu takut akan sakit
tak usah ragu akan perih
karna nyeri hanya berujung pada kemilau cahaya
kara pedih hanya berakhir pada suci jiwa
biar berdarah-darah
biar bernanah-nanah
gunakan istighfar tuk kuatkan dirimu
gunakan tasbih tuk pertahankan kehambaanmu
gunakan takbir tuk tundukkan egomu
Langganan:
Postingan (Atom)