Belajarkan hati untuk jujur pada diri
tak ragu untuk mengaku
tak perlu mematut diri
kala tingkah belum sampai sejati
Belajarkan diri untuk tidak malu
bahwa jiwa belum sesuai yang diangan
terlalu banyak yang kita cemoohkan
ternyata masih kita lakukan
Belajarkan jiwa untuk senantiasa terbuka
terima nasehat meski dari yang paling hina
karna suci belumlah hadir di jiwa
Belajarkan hati untuk tidak mensucikan diri sendiri
saat noda masih menyelimuti langkah
sadari
renungi
akui
benahi
lalu
tundukkan segalanya di bawah duli
serahkan semua pada Sang Hakiki
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 05 November 2011
Selasa, 06 April 2010
Duniaku
waktu berjalan terseok-seok
merintih
tertatih
detik dan menit
kehilangan gairah
melangkah ragu dan setengah-setengah
poros semesta tersumbat as nya
berderik-derik dalam putaran terpaksa
dua puluh empat jam dalam penantian lama
menunggu kembali hadir sang makna
siang dan malam kehilangan pesona
biarkan muram hias parasnya
mendung itu belum juga sirna
kabut itu belum juga reda
kalut itu masih menggelayut manja
merintih
tertatih
detik dan menit
kehilangan gairah
melangkah ragu dan setengah-setengah
poros semesta tersumbat as nya
berderik-derik dalam putaran terpaksa
dua puluh empat jam dalam penantian lama
menunggu kembali hadir sang makna
siang dan malam kehilangan pesona
biarkan muram hias parasnya
mendung itu belum juga sirna
kabut itu belum juga reda
kalut itu masih menggelayut manja
Langganan:
Postingan (Atom)