berlimpah ruah rindu hari-hariku
menjelang hari perpindahanmu
menghentak denyut detakku
mengalir penuh deras di nadiku
gelombang rindu
cahaya cinta
mengharu dalam jiwaku
merindu akan jiwamu
menunggu padu dalam megah singgasana
berlimpah ruah rindu padamu
membanjir di akal, rasa dan hatiku
melingkupi segala yang ada dalam diriku
raga dan jiwaku
tak ada nalar, tak ada kecerdasan, tak ada rasionalitas
dimabuk semua dalam gulungan rasa
rindu yang menderu
segalanya bercahaya
segala yang bersentuhan denganmu gemerlap penuh pesona
berlimpah ruah dalam rindu
padamu setengah jiwaku
padamu penyempurna kemanusiaanku
padamu kunci keutuhanku
padamu delapan hurufku...
Tampilkan postingan dengan label puisi untuk isteriku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi untuk isteriku. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 Desember 2012
Senin, 19 April 2010
Isteriku
putih
cemerlang
bersinar
senyum menebar
indah tak terbayar
anggun
cantik
luar biasa
isteriku tercinta
dalam naungan surga
dalam istana
dengan sungai mengalir di bawahnya
dengan taman penuh bunga
dengan kebun-kebun yang ranum buahnya
di atas singgasana sutera
isteriku tercinta
dalam naungan surga
berparas cahaya
berbaju kemegahan takwa
menebar harum kedamaian
isteriku tercinta
berselimut terang cahaya
terlelap tenang dalam tidurnya
menunggu bangun di akhir masa
menanti terbuka pintu surga
setelah perhitungan amal purna
cemerlang
bersinar
senyum menebar
indah tak terbayar
anggun
cantik
luar biasa
isteriku tercinta
dalam naungan surga
dalam istana
dengan sungai mengalir di bawahnya
dengan taman penuh bunga
dengan kebun-kebun yang ranum buahnya
di atas singgasana sutera
isteriku tercinta
dalam naungan surga
berparas cahaya
berbaju kemegahan takwa
menebar harum kedamaian
isteriku tercinta
berselimut terang cahaya
terlelap tenang dalam tidurnya
menunggu bangun di akhir masa
menanti terbuka pintu surga
setelah perhitungan amal purna
Langganan:
Postingan (Atom)