huruf tak lagi mampu ditata
kata tercecer dalam keteraturan maknanya
kalimat masih saja tak mampu hadirkan makna
hurufnya masih sama
kata juga masih yang lama
kalimat masih itu-itu juga
namun mengapa beda rasa
dulu menggetar jiwa
mengapa sekarang seakan hampa
entah kemana hilangnya makna
goresan tegas huruf-huruf yang menyusun kata
kehilangan ruh yang semestinya
entah karena kata tak lagi membutuhkan makna
entah karena pena tak lagi mampu membubuhkan rasa
entah karena si penulisnya tak lagi punya jiwa
pada akhirnya, huruf dan kata adalah sebagaimana pedang ataupun pena
tergeletak tanpa guna saat tak ada yang memegangnya
huruf dan kata sebagaimana pedang dan pena
mampu menjadi alat untuk apa saja
di tangan pembunuh pedang digunakan untuk membunuh
di tangan pencaci pena hanya menghasilkan maki
di tangan satria pedang menjadi penjaga dan pemelihara nyawa
di tangan pujangga pena menghasilkan keindahan yang menyentuh jiwa
pada akhirnya, makna huruf dan kata hanyalah kepanjangan dari si empunya
kata yang sama keluar dari mulut berbeda
tetap tidak pernah pernah menghasilkan imbas makna yang sama
apa yang keluar dari hati pasti sampai ke hati
apa yang keluar dari nalar hanya mampu mencapai nalar
apa yang keluar dari syahwat dan ambisi juga berujung pada pengejaran syahwat dan ambisi
maka jangan mudah percaya pada kata
rasakan dengan jiwa getaran makna dari kata
gunakan nurai untuk selami tujuan sebenar dari penyampai kata
percayalah pada hati agar tak tertipu dengan indah kata pembungkus segala cela
karena kini muncul banyak manusia
sengaja menggunakan kata sebagai senjata
untuk menutupi maksud syahwat sebenarnya
sengaja menggunakan kata sebagai sarana
membakar emosi massa untuk capai tujuannya
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 November 2018
Jumat, 22 Februari 2013
kita manusia
kita adalah manusia
makhluk yang dicipta langsung oleh Tangan Sang Kuasa
kita adalah manusia
makhluk yang dipancari cahaya Ilahiyah dalam ruhnya
kita adalah manusia
kesempurnaan ciptaan dalam sebuah raga
kita adalah manusia
wadah di mana percikan kehendak Tuhan mampu menjelma
kita adalah manusia
gambaran 'kecil' kuasa Tuhan pada makhluk-Nya
kita adalah manusia
lumpur yang kadang lupa akan asal usulnya
kita adalah manusia
kelam yang senang berpura sebagai terang
kita adalah manusia
makhluk yang sering merasa sebanding dengan Tuhannya
kita adalah manusia
wadah di mana perlawanan dan kepatuhan berada
kita adalah manusia
tempat di mana keangkuhan kadang bertemu momentumnya
kita adalah manusia
tempat kadangkala cahaya memancar hitam kelam dan bukan putih benderang
kita adalah manusia
tempat pertempuran antara setan nafsu dan malaikat jiwa
kita adalah manusia
'tuhan' kecil bagi alam semesta
kita adalah manusia
....
makhluk yang dicipta langsung oleh Tangan Sang Kuasa
kita adalah manusia
makhluk yang dipancari cahaya Ilahiyah dalam ruhnya
kita adalah manusia
kesempurnaan ciptaan dalam sebuah raga
kita adalah manusia
wadah di mana percikan kehendak Tuhan mampu menjelma
kita adalah manusia
gambaran 'kecil' kuasa Tuhan pada makhluk-Nya
kita adalah manusia
lumpur yang kadang lupa akan asal usulnya
kita adalah manusia
kelam yang senang berpura sebagai terang
kita adalah manusia
makhluk yang sering merasa sebanding dengan Tuhannya
kita adalah manusia
wadah di mana perlawanan dan kepatuhan berada
kita adalah manusia
tempat di mana keangkuhan kadang bertemu momentumnya
kita adalah manusia
tempat kadangkala cahaya memancar hitam kelam dan bukan putih benderang
kita adalah manusia
tempat pertempuran antara setan nafsu dan malaikat jiwa
kita adalah manusia
'tuhan' kecil bagi alam semesta
kita adalah manusia
....
Minggu, 15 Juli 2012
tentang fana dan abadi
hilang datang silih berganti
mati lahir datang bergantian
akhir awal saling tunggu giliran
tak ada keabadian selain pergantian
tak ada peristiwa yang dapat diulang
hanya Ia yang Segala Maha
mampu keluar dari segala tatanan
duduk di singgasana di atas seluruh aturan
hanya Ia yang berada dalam keabadian
bukan keabadian dalam perubahan
namun keabadian dalam kehakikian
mati lahir datang bergantian
akhir awal saling tunggu giliran
tak ada keabadian selain pergantian
tak ada peristiwa yang dapat diulang
hanya Ia yang Segala Maha
mampu keluar dari segala tatanan
duduk di singgasana di atas seluruh aturan
hanya Ia yang berada dalam keabadian
bukan keabadian dalam perubahan
namun keabadian dalam kehakikian
Langganan:
Postingan (Atom)