menggelayut rindu dalam sepi dahaga akan sua yang tak terperi menitip kata pada hembus pagi mohon bawa pada belahan hati mengirim syair di malam sunyi merambat naik lewat cahya purnama sidi
aku luluh rapuh tanpa tulang tanpa sendi
tersimpuh lumpuh di atas tanah tanpa permadani terkapar bertelanjang dada merapal kata bernama sua sebagai telaga atas dahaga yang menggila