malam ini kembali ku ucap harapku
akan hadir segala keindahan pengisi hati
saat air mengalir dalam kesegaran alami
saat angin berhembus dalam desir menari
saat daun bergerak ikuti kata nurani
saat segala bernyawa bertasbih bersama semesta
malam ini kembali ku rangkai doaku
semoga kembali segala lembut di relung jiwa
semoga hadir cahaya gemerlang penerang bilik sukma
semoga bertemu dua jiwa kembali dalam satu raga bernama cinta
malam ini....
sungguh malam ini....
benar-benar di malam ini....
sungguh aku sangat menghendaki....
semoga inilah malam penuh kemuliaan dan keutamaan
the night of greatness and glory
dalunipun kamulyan lan kautaman
lailah asy-syarifah al-'ulya...
Tampilkan postingan dengan label soul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soul. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Maret 2013
Rabu, 27 Februari 2013
setelah kita menjadi satu
aku setengah
dan engkau setengah
lalu kita bertemu dan menjadi satu
dan...
kala engkau tak lagi bersamaku
akupun tak lagi setengah
aku kini tiada, sirna bersamamu...
Selasa, 26 Februari 2013
b i m b a n g
aku berdiri di antara percaya dan ingkarku
aku berdiri di antara yakin dan kafirku
aku berdiri di antara tunduk dan pemberontakanku
aku berdiri di antara pasrah dan ketak terimaanku
aku berdiri di antara ikhlas dan ketak relaanku
aku berdiri di antara amanat dan khianatku
aku berdiri di antara ibadah dan maksiatku
aku berdiri di antara lembut dan kekasaranku
aku berdiri di antara hati dan nafsuku
aku berdiri di antara malaikat dan setanku
aku berdiri di antara damai dan gelisahku
aku berdiri di antara cita dan keputus asaanku
aku berdiri di antara qonaah dan tama'ku
aku berdiri di antara kemanfaatan dan ambisiku
aku berdiri di antara menyusul dan menantimu
aku berdiri di persimpangan antara hidup dan matiku
aku berdiri di antara yakin dan kafirku
aku berdiri di antara tunduk dan pemberontakanku
aku berdiri di antara pasrah dan ketak terimaanku
aku berdiri di antara ikhlas dan ketak relaanku
aku berdiri di antara amanat dan khianatku
aku berdiri di antara ibadah dan maksiatku
aku berdiri di antara lembut dan kekasaranku
aku berdiri di antara hati dan nafsuku
aku berdiri di antara malaikat dan setanku
aku berdiri di antara damai dan gelisahku
aku berdiri di antara cita dan keputus asaanku
aku berdiri di antara qonaah dan tama'ku
aku berdiri di antara kemanfaatan dan ambisiku
aku berdiri di antara menyusul dan menantimu
aku berdiri di persimpangan antara hidup dan matiku
Minggu, 03 Februari 2013
ah, sudahlah...
berhenti detak di ujung hari
berganti gelap selubungi diri
nafas tersenggal tak selalu mati
kadang hati yang berpeluk sunyi
di hening malam berteman kelam
kala rembulan tak lagi berdandan
di temaram lampu yang hampir padam
duduk bersimpuh mengurai remuk redam
cinta tetaplah cahaya
walau gelap selalu mengelilinginya
rindu adalah bara
meski salju selalu menyiramnya
biar saja...
tak apa-apa...
terserahlah...
aku tak lagi ingin berkilah....
berganti gelap selubungi diri
nafas tersenggal tak selalu mati
kadang hati yang berpeluk sunyi
di hening malam berteman kelam
kala rembulan tak lagi berdandan
di temaram lampu yang hampir padam
duduk bersimpuh mengurai remuk redam
cinta tetaplah cahaya
walau gelap selalu mengelilinginya
rindu adalah bara
meski salju selalu menyiramnya
biar saja...
tak apa-apa...
terserahlah...
aku tak lagi ingin berkilah....
Minggu, 09 Desember 2012
Rinduku...
ku dudukkan rindu
di singgasana hatiku
tenang anggun
dalam segala agungnya
desahnya datangkan gelombang
keluhnya undang gelegar halilintar
hasratnya hadirkan badai topan
sepanjang masa
di atas singgasana ia bertahta
memendar cahaya
menuju cahaya...
di singgasana hatiku
tenang anggun
dalam segala agungnya
desahnya datangkan gelombang
keluhnya undang gelegar halilintar
hasratnya hadirkan badai topan
sepanjang masa
di atas singgasana ia bertahta
memendar cahaya
menuju cahaya...
Minggu, 03 Oktober 2010
belum lagi ku temukan...
tetap berkelip
meski hening tlah lama menemani
tetap tak terpejam
meski raga seakan telah mengejang
lelah seluruh badan
namun tak juga mau terrehatkan
sepi menyelinap di antara desir hening
senyap turun dari sela gugusan bintang
masih ku telentang menatap awan
yang coba ku sirnakan dengan sinar rembulan
kabut malam ini bukan hanya dingin
namun juga nyeri menusuk relung terdalam
masih saja ku telentang menatap awan
yang tetap saja mengambang dalam kelam
ku panggil rembulan
tak juga kunjung datang
haruskan ku teriak pada matahari
padahal ini masih malam hari
coba bangkitkan malam
dengan do'a-do'a usir kegelisahan
bariskan huruf menjadi kata-kata tertahan
di antara isak yang menyesak dada
dalam gemetar ucap kata
semoga langit mampu bergetar
dan pantulkan getaran hingga arsy terbesar
meski hening tlah lama menemani
tetap tak terpejam
meski raga seakan telah mengejang
lelah seluruh badan
namun tak juga mau terrehatkan
sepi menyelinap di antara desir hening
senyap turun dari sela gugusan bintang
masih ku telentang menatap awan
yang coba ku sirnakan dengan sinar rembulan
kabut malam ini bukan hanya dingin
namun juga nyeri menusuk relung terdalam
masih saja ku telentang menatap awan
yang tetap saja mengambang dalam kelam
ku panggil rembulan
tak juga kunjung datang
haruskan ku teriak pada matahari
padahal ini masih malam hari
coba bangkitkan malam
dengan do'a-do'a usir kegelisahan
bariskan huruf menjadi kata-kata tertahan
di antara isak yang menyesak dada
dalam gemetar ucap kata
semoga langit mampu bergetar
dan pantulkan getaran hingga arsy terbesar
Minggu, 29 Agustus 2010
Engkau...
engkau tetaplah engkau
penghias relungku
pengisi hampaku
cahaya mataku
engkau adalah engkau
barisan 8 huruf yang slalu getarkanku
mengobar wujud bagi mimpi-mimpiku
engkau tetaplah engkau
kerlip indah dalam gelapku
sinar putih dalam hitamku
penghias relungku
pengisi hampaku
cahaya mataku
engkau adalah engkau
barisan 8 huruf yang slalu getarkanku
mengobar wujud bagi mimpi-mimpiku
engkau tetaplah engkau
kerlip indah dalam gelapku
sinar putih dalam hitamku
Kamis, 21 Januari 2010
Adanya dirimu....
inikah awal dari takut
mula dari khawatir
sepi makin menjadi
hampa makin menganga
gundah kian membuncah
aku ada dalam ketiadaan
hadir dalam kegaiban
abadi dalam kefanaan
engkau adalah jiwaku
itu takdirmu
anugerah bagiku
kembalimu pada-Nya
juga takdirmu
kehilangan bagiku
ikhlasku atas kepergianmu
seikhlas ikhlasku pada hadiranmu
sepiku karna ketiadaanmu
tak sisakan ruang detak dan suara di jiwaku
senyap
hening
hampa
mula dari khawatir
sepi makin menjadi
hampa makin menganga
gundah kian membuncah
aku ada dalam ketiadaan
hadir dalam kegaiban
abadi dalam kefanaan
engkau adalah jiwaku
itu takdirmu
anugerah bagiku
kembalimu pada-Nya
juga takdirmu
kehilangan bagiku
ikhlasku atas kepergianmu
seikhlas ikhlasku pada hadiranmu
sepiku karna ketiadaanmu
tak sisakan ruang detak dan suara di jiwaku
senyap
hening
hampa
Selasa, 19 Januari 2010
Adanya aku....
kembali sepi menggelora
dalam dada
gundah membuncah
dalam jiwa
hampa menganga
di dinding sukma
sepiku tanpamu
gundahku dalam tiadamu
hampaku dalam sendiriku
menyatu memadu dalam diriku
semua jauh berada di luar
mampuku
biarlah tangis temani
sepiku
biarlah isak sandingi
gundahku
biarlah sembab sertai
hampaku
kepergianmu
tiadamu
kembalimu
ku rasa jauh berada di luar
jangkauku
tiada daya aku
meski harus ku jalani
ada Ia yang t'lah gariskan segala
biar aku luluh lantak di kaki-Nya
biar aku bersimpuh di duli-Nya
biar aku tak berdaya di hadap-Nya
dalam dada
gundah membuncah
dalam jiwa
hampa menganga
di dinding sukma
sepiku tanpamu
gundahku dalam tiadamu
hampaku dalam sendiriku
menyatu memadu dalam diriku
semua jauh berada di luar
mampuku
biarlah tangis temani
sepiku
biarlah isak sandingi
gundahku
biarlah sembab sertai
hampaku
kepergianmu
tiadamu
kembalimu
ku rasa jauh berada di luar
jangkauku
tiada daya aku
meski harus ku jalani
ada Ia yang t'lah gariskan segala
biar aku luluh lantak di kaki-Nya
biar aku bersimpuh di duli-Nya
biar aku tak berdaya di hadap-Nya
Langganan:
Postingan (Atom)