tak tahu lagi kapan terakhir kali kakiku menyentuh bumi
tak tahu lagi kapan terakhir kali kunikmati harmoni
mengembara aku di dunia tanpa pijakan
terombang-ambing dalam badai tanpa kepribadian
nalar melayang-layang tanpa tali yang mengikatnya
tali jiwa masih saja mengikuti keutuhannya
menyertaimu menembus ruang zaman
sudah lupa kapan terakhir kali kaki menyentuh bumi
berjalan di atas terjal bebatuan
melangkah menembus semak belantara hutan kehidupan
sudah lupa aku kapan terakhir kali akal dikendalikan benang jiwa
melayang mengangkasa melihat semesta
tanpa perlu terlepas dari pijakannya
ah..entahlah....
kadang ingin ku pilih saja kehampaan
tanpa jiwa
tanpa keinginan
tanpa hasrat
tanpa kejaran
kadang ingin ku pilih saja ke-fana-an
tanpa kehendak
tanpa harap
tanpa cita
ah..entahlah...
masih ada amanah yang mesti ku pertanggung jawabkan
di hadapan seluruh bagian jiwa dan badan
di hadapan keutuhan jiwa yang telah disempurnakan
di hadapan nafas yang dipasrahkan sebagai amanat bagiku
di hadapan Ia yang menanamkan ruh di badan
di hadapan segala kreatifitas yang tertanam dalam sukma
ah..entahlah...
aku hanya berjalan
dengan menyimpan satu harapan
semoga sempurna peran yang ditetapkan
semoga sempurna peran dalam kebaikan
semoga sempurna peran dalam kemanfaatan
amin...
Tampilkan postingan dengan label teranglah jiwaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teranglah jiwaku. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 Maret 2013
Sabtu, 25 Juni 2011
Dalam Gelap Cahaya Semakin Terang
semakin kelam
semakin bermakna titik cahaya
semakin pekat
semakin berarti nyala api
itulah hidup
sebuah perjalanan nurani
ketika cobaan mematangkan kedewasaan
saat duka mendewasakan jiwa
bila kecewa berujung pada rela
dan ragu bimbang berakhir di yakin
serta iman
dalam gulita jiwa
mata hati semakin nyala
tatap titik kecil cahaya
jauh di depan sana
dalam pedih duka
peka rasa makin nyata
pahami makna perjalanan jiwa
menuju sempurna
manusia
dalam kehilangan
kepemilikan semakin bermakna
menuju abadi kebersatuan
jiwa
dalam puja-puji syukur
pada Sang Kuasa
semakin bermakna titik cahaya
semakin pekat
semakin berarti nyala api
itulah hidup
sebuah perjalanan nurani
ketika cobaan mematangkan kedewasaan
saat duka mendewasakan jiwa
bila kecewa berujung pada rela
dan ragu bimbang berakhir di yakin
serta iman
dalam gulita jiwa
mata hati semakin nyala
tatap titik kecil cahaya
jauh di depan sana
dalam pedih duka
peka rasa makin nyata
pahami makna perjalanan jiwa
menuju sempurna
manusia
dalam kehilangan
kepemilikan semakin bermakna
menuju abadi kebersatuan
jiwa
dalam puja-puji syukur
pada Sang Kuasa
Langganan:
Postingan (Atom)