Rabu, 07 April 2010

Jelang Harimu

besok adalah harimu
hari ketika senyum mengembang di bibirmu
peringatan sejarah keberadaanmu

besok adalah harimu
senyum ku kembang sebagai selamat untukmu
terima kasih atas segala curahmu

besok adalah harimu
mestinya ku kecup keningmu
sebagai ungkap selamat atas hadirmu

besok adalah harimu
hari yang tak sempat kau alami dalam 32 mu

besok adalah harimu
ku tundukkan wajah mengenang segala baikmu
ku tengadahkan tangan memohon sgala baik bagimu

besok adalah harimu
semoga sejahtera senantiasa terlimpah untukmu

Selasa, 06 April 2010

Duniaku

waktu berjalan terseok-seok
   merintih
      tertatih

detik dan menit
   kehilangan gairah
      melangkah ragu dan setengah-setengah

poros semesta tersumbat as nya
     berderik-derik dalam putaran terpaksa

dua puluh empat jam dalam penantian lama
     menunggu kembali hadir sang makna

siang dan malam kehilangan pesona
    biarkan muram hias parasnya

mendung itu belum juga sirna
kabut itu belum juga reda
kalut itu masih menggelayut manja

Minggu, 04 April 2010

malam ini

mencoba mendekati garis
meniti liku dan terjal jalan
bersetia pada peran sebagai karunia

   onak duri bukanlah rintangan
   malah menjadi teman sepanjang jalan
   luka dan perih bukanlah derita
   namun bahagia setelah sampai di sana

menggiring ingin pada tunduk
mengawal hasrat pada taat
mengajak syahwat pada tobat