besok adalah harimu
hari ketika senyum mengembang di bibirmu
peringatan sejarah keberadaanmu
besok adalah harimu
senyum ku kembang sebagai selamat untukmu
terima kasih atas segala curahmu
besok adalah harimu
mestinya ku kecup keningmu
sebagai ungkap selamat atas hadirmu
besok adalah harimu
hari yang tak sempat kau alami dalam 32 mu
besok adalah harimu
ku tundukkan wajah mengenang segala baikmu
ku tengadahkan tangan memohon sgala baik bagimu
besok adalah harimu
semoga sejahtera senantiasa terlimpah untukmu
Rabu, 07 April 2010
Selasa, 06 April 2010
Duniaku
waktu berjalan terseok-seok
merintih
tertatih
detik dan menit
kehilangan gairah
melangkah ragu dan setengah-setengah
poros semesta tersumbat as nya
berderik-derik dalam putaran terpaksa
dua puluh empat jam dalam penantian lama
menunggu kembali hadir sang makna
siang dan malam kehilangan pesona
biarkan muram hias parasnya
mendung itu belum juga sirna
kabut itu belum juga reda
kalut itu masih menggelayut manja
merintih
tertatih
detik dan menit
kehilangan gairah
melangkah ragu dan setengah-setengah
poros semesta tersumbat as nya
berderik-derik dalam putaran terpaksa
dua puluh empat jam dalam penantian lama
menunggu kembali hadir sang makna
siang dan malam kehilangan pesona
biarkan muram hias parasnya
mendung itu belum juga sirna
kabut itu belum juga reda
kalut itu masih menggelayut manja
Minggu, 04 April 2010
malam ini
mencoba mendekati garis
meniti liku dan terjal jalan
bersetia pada peran sebagai karunia
onak duri bukanlah rintangan
malah menjadi teman sepanjang jalan
luka dan perih bukanlah derita
namun bahagia setelah sampai di sana
menggiring ingin pada tunduk
mengawal hasrat pada taat
mengajak syahwat pada tobat
meniti liku dan terjal jalan
bersetia pada peran sebagai karunia
onak duri bukanlah rintangan
malah menjadi teman sepanjang jalan
luka dan perih bukanlah derita
namun bahagia setelah sampai di sana
menggiring ingin pada tunduk
mengawal hasrat pada taat
mengajak syahwat pada tobat
Langganan:
Postingan (Atom)