deras hujan mengalir turun
susuri genteng rumah kita
gemeresak suara air
rambati tiap sudut miring atap rumah kita
menetas pada batu-batu kecil di sekitar rumah kita
mengalir pasti menuju selokan dengan muara
sungai di dekat rumah kita
semua mengalirkan rindu
tiap tetes yang menjadi deras
membawa detak rindu yang tiba-tiba
tiap suara titik air di batuan
melantunkan sahyu lagu rindu yang menggelora
deras hujan menambatkan rindu
di pantai hati
gemericik air mendendangkan rindu
di relung jiwa
semua begitu tiba-tiba
rinduku menggebu
rinduku menggelora
rinduku menggelegak
rinduku padamu
menghantam dinding-dinding hatiku
tiba-tiba aku rindu padamu
sangat rindu padamu
Minggu, 09 Mei 2010
tentang hadirmu
senyum kembali merekah di bibir
bunga kembali mekar di taman hati
mentari kembali semangatkan jiwa
ceria kembali menghias muka
hadirmu adalah sebuah cerita
keindahan yang hapus segala nestapa
kesejukan yang segarkan segala cuaca
keagungan yang dicurahkan Sang Maha Segala
tak perlu lama
cukup beberapa detik saja
tak perlu nyata
cukup di alam sana
cukuplah itu sebagai penawar
pembangkit cita
penyemangat jiwa
cukuplah itu sebagai telaga
penghilang dahaga jiwa
penyejuk gersang sukma
cukuplah itu sebagai karunia
bagi hati yang sendiri
bagi diri yang tercerai
cukuplah itu sebagai tanda
akan kebersamaan yang tetap ada
akan keabadian berpadunya jiwa
masih tertanam kuat di hatiku
engkaulah anugerah terbesarku
semoga selalu dan tetap begitu
aku mohon padamu
wahai Pemilik jiwa ragaku
bunga kembali mekar di taman hati
mentari kembali semangatkan jiwa
ceria kembali menghias muka
hadirmu adalah sebuah cerita
keindahan yang hapus segala nestapa
kesejukan yang segarkan segala cuaca
keagungan yang dicurahkan Sang Maha Segala
tak perlu lama
cukup beberapa detik saja
tak perlu nyata
cukup di alam sana
cukuplah itu sebagai penawar
pembangkit cita
penyemangat jiwa
cukuplah itu sebagai telaga
penghilang dahaga jiwa
penyejuk gersang sukma
cukuplah itu sebagai karunia
bagi hati yang sendiri
bagi diri yang tercerai
cukuplah itu sebagai tanda
akan kebersamaan yang tetap ada
akan keabadian berpadunya jiwa
masih tertanam kuat di hatiku
engkaulah anugerah terbesarku
semoga selalu dan tetap begitu
aku mohon padamu
wahai Pemilik jiwa ragaku
Jumat, 07 Mei 2010
Keluhku
menata hati tak semudah menata peti
menata jiwa tak segampang menata raga
ada getar yang tak mampu ditipu nalar
ada kebenaran yang tak pernah tertutup kebohongan
ada kepastian yang tak pernah bisa dilindas keraguan
rasa hati tak pernah bisa dikalahkan oleh dusta
getar jiwa tak pernah bisa dinistakan oleh daya nalar
karena hati merupakan inti diri
penggerak dan pengarah langkah tingkah
penentu dan penetap arah jalan tempuh
pemberi nilai untuk tiap usaha dan laku
karena jiwa fondasi manusia
dasar keberadaan manusia
titik pijak penciptaan manusia
pokok keunggulan manusia
tundukkan hati di bawah duli Sang Sejati
agar kesombongan tidak merusaknya
simpuhkan jiwa di bawa Sang Segala Maha
agar keangkuhan tiada menguasainya
letakkan ego diri di bawah kaki
tengadahkan tangan hinakan keakuan
sujud tunduk akui kehambaan
agar sejati memasuki diri
agar utama berada di jiwa
agar pasrah dibimbing hidayah
menata jiwa tak segampang menata raga
ada getar yang tak mampu ditipu nalar
ada kebenaran yang tak pernah tertutup kebohongan
ada kepastian yang tak pernah bisa dilindas keraguan
rasa hati tak pernah bisa dikalahkan oleh dusta
getar jiwa tak pernah bisa dinistakan oleh daya nalar
karena hati merupakan inti diri
penggerak dan pengarah langkah tingkah
penentu dan penetap arah jalan tempuh
pemberi nilai untuk tiap usaha dan laku
karena jiwa fondasi manusia
dasar keberadaan manusia
titik pijak penciptaan manusia
pokok keunggulan manusia
tundukkan hati di bawah duli Sang Sejati
agar kesombongan tidak merusaknya
simpuhkan jiwa di bawa Sang Segala Maha
agar keangkuhan tiada menguasainya
letakkan ego diri di bawah kaki
tengadahkan tangan hinakan keakuan
sujud tunduk akui kehambaan
agar sejati memasuki diri
agar utama berada di jiwa
agar pasrah dibimbing hidayah
Langganan:
Postingan (Atom)