tegar ini adalah topeng
tuk tutupi rapuhku
senyum ini adalah tirai
tuk sembunyikan tangisku
kata-kata bijak ku paksa jadi selimut
tuk bungkus culasku
tapi sampai kapan ku mampu bertahan?
entah sampai kapan ku mampu pertahankan?
pandang kasihan orang sekitar
membuatku jijik tuk ungkap kenyataan
kata aku mengerti yang diberikan
memaksaku tuk terus sembunyi di balik tirai dan topeng
mereka kira aku begitu rapuh
hingga mesti patut mendapat kasihan
mereka anggap aku begitu goncang
hingga tak mengerti kenyataan
aku akui kebenaran suara di telinga kiri kanan
tak ku ingkari rapuh dan goyang sendi kehidupan
tapi,
ku berpikir tiap orang punya masing-masing jalan kehidupan
tidak ada yang lebih berat
pun yang lebih ringan
tak patut mereka menaruh kasihan
tak layak pula mereka mencoba memberi pengertian
hanya pada-Mu ku coba kembalikan segala
hanya pada-Mu ku ingin sandarkan semua
hanya pada-Mu ku harap tempatku bergantung satu-satunya
biarlah dalam pandang dunia segala tegar jiwa
biarlah dalam mata manusia senyum dan tawa
biarlah kaca mata sesama tampak kebijakan kata
ku ingin hanya mengeluh,
mengadu pada-Mu
hanya pada-Mu
Pemilik semestaku
raga dan jiwaku
Minggu, 08 Agustus 2010
Minggu, 01 Agustus 2010
Cahaya Jiwa
tetaplah engkau cahaya jiwa
pelita hati
lentera sukma
tak pernah padam
dalam dingin kabut kelam
tak mungkin hilang
dalam dahsyat topan kehidupan
meski redup dalam tangisan
meski kerlip dalam gelap kegundahan
tetaplah engkau cahaya jiwa
pelita hati
lentera sukma
nyalamu abadi dalam hati
memberi hangat relung-relung terdalam
sinarmu benderang tembus batas ruang
kirimkan terang ceruk jiwa terkelam
tetaplah engkau cahaya jiwa
pelita hati
lentera sukma
menjadi kita penuh cahaya
lebur redup aku dan engkau
menjadi kita pancarkan megah kilau
meski kini
bersemayam dalam satu raga
tetaplah engkau cahaya jiwa
pelita hati
lentera sukma
kekasih hati
pasangan jiwa
pelita hati
lentera sukma
tak pernah padam
dalam dingin kabut kelam
tak mungkin hilang
dalam dahsyat topan kehidupan
meski redup dalam tangisan
meski kerlip dalam gelap kegundahan
tetaplah engkau cahaya jiwa
pelita hati
lentera sukma
nyalamu abadi dalam hati
memberi hangat relung-relung terdalam
sinarmu benderang tembus batas ruang
kirimkan terang ceruk jiwa terkelam
tetaplah engkau cahaya jiwa
pelita hati
lentera sukma
menjadi kita penuh cahaya
lebur redup aku dan engkau
menjadi kita pancarkan megah kilau
meski kini
bersemayam dalam satu raga
tetaplah engkau cahaya jiwa
pelita hati
lentera sukma
kekasih hati
pasangan jiwa
Sabtu, 31 Juli 2010
engkau
ketabahan ini
untukmu
kekuatan ini
karenamu
keajaiban ini
darimu
cinta menjadi sebab
pahit menjadi indah
sakit menjadi lumrah
rindu menjadi rumah
untukmu
kekuatan ini
karenamu
keajaiban ini
darimu
cinta menjadi sebab
pahit menjadi indah
sakit menjadi lumrah
rindu menjadi rumah
Langganan:
Postingan (Atom)