kembali retak cermin hati
memendam perih tak terperi
menjalar nyeri di ujung hari
saat sepi membunuh diri
kala sunyi berteman sendiri
kadang ingin ku akhiri
biar kisah berawal kembali
kadang ingin ku berhenti
biar waktu menjawab pasti
yakinku belumlah pasti
pada Ia yang Maha Sejati
hingga gamang menyentuh hati
ragukan langkah-langkah yang mesti
coba ku menghamba diri
serahkan segala pada yang Hakiki
meski masih sering terjadi
menetap pagi
goyah di sore hari
Kamis, 20 Januari 2011
Rabu, 19 Januari 2011
jerit
mengawal jiwa sepi
mengelana dalam sunyi
aral melintang tanpa henti
menjaga hati yang lagi ragu
tergoda akan segala semu
di sepanjang perjalanan waktu
merawat sukma yang kini hampa
menatap jalan tanpa makna
melangkah ringkih sirna asa
dalam sepi kadang terpikir peri
akan tiada makna diri
akan habis gairah sejati
pada hati yang telah pergi
dalam kalbu sering meratap sendu
akan waktu yang tak segera berlalu
merajam kalbu dirundung rindu
pada belahan yang tak lagi menyatu
tinggal sandar pada sisa asa
akan rahmat Sang Kuasa
coba tahan segala rasa
simpan untuk penghujung masa
mengelana dalam sunyi
aral melintang tanpa henti
menjaga hati yang lagi ragu
tergoda akan segala semu
di sepanjang perjalanan waktu
merawat sukma yang kini hampa
menatap jalan tanpa makna
melangkah ringkih sirna asa
dalam sepi kadang terpikir peri
akan tiada makna diri
akan habis gairah sejati
pada hati yang telah pergi
dalam kalbu sering meratap sendu
akan waktu yang tak segera berlalu
merajam kalbu dirundung rindu
pada belahan yang tak lagi menyatu
tinggal sandar pada sisa asa
akan rahmat Sang Kuasa
coba tahan segala rasa
simpan untuk penghujung masa
Jumat, 14 Januari 2011
Cita-cita
merambah dunia penuh maya
ramai senyap senyum hambar
tinggal cinta menunggu di ujung sana
membawa asa akan makna
menukar dunia dengan asa
pertaruhkan segala untuk nyata
sebagai jawab atas tanya jiwa
untuk bukti kesetiaan sukma
pada angan terpatri di dada
ramai senyap senyum hambar
tinggal cinta menunggu di ujung sana
membawa asa akan makna
menukar dunia dengan asa
pertaruhkan segala untuk nyata
sebagai jawab atas tanya jiwa
untuk bukti kesetiaan sukma
pada angan terpatri di dada
Langganan:
Postingan (Atom)