Tampilkan postingan dengan label do'a dan harapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label do'a dan harapan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

doa



Segala puji bagi-Mu
Wahai Pemilik seluruh kebaikan
Tiada satupun yang patut sebagai tuan dan pelindung
                        selain Engkau
Kami tahu dan sadar akan ketidak berdayaan kami
            ketidak mampuan kami untuk melakukan apapun
Bahkan untuk sekedar mengendalikan keinginan kami sekalipun 

Kami hanya mampu bermohon kepada-Mu
Semoga Engkau senantiasa berkenan
  menjaga dan melindungi hati dan jiwa kami
  dari detak dan denyut keinginan yang tidak sejalan
                       dengan jalan-Mu
Sungguh kami menyadari bahwa tidak ada hak bagi kami
    untuk meminta-Mu
       apalagi memaksa-Mu

Batas kami bermohon kepada-Mu
  menengadahkan tangan
  menundukkan wajah
       atas perkenan-Mu

Kewajiban kami hanyalah mensyukuri segala yang Engkau titahkan kepada kami
              sebagai hal terbaik bagi kami

Jumat, 13 Desember 2013

pada-Mu aku memohon perkenan

kembali terhuyung di antara langkah yang patah
kembali tak tegak kaki berpijak
aku menunduk menekuk tengkuk
seakan hilang segala arah

pada-Mu ku coba benar-benar berserah
kembalikan segala sebagai yang terindah
pada-Mu ku coba benar-benar menjadi rela
atas segala tetap yang ada

sempoyongan seperti mabuk
mungkin aku lagi mabuk keangkuhan
kanan kiri ku sepak tanpa sadar
mungkin aku lagi terlena dalam perasaan tenar

separoh jiwaku meronda
menggapai-gapai mencoba meraih penyempurnanya
aku menggelepar dalam pedih keterpisahan jiwa
hanya pada-Mu ku coba adukan semua

kembali terhuyung di atas kaki-kaki lunglai
menghadang ganas topan badai
hanya berserah jalan bagi damai
kembalikan diri pada Sang Maha Sejati

dalam rapuh langkahku
dalam gontai jalanku
dalam lunglai tenagaku
melangkah adalah wajibku
mohon perkenan-Mu tuk sempurnakan takdirku

amin...

Sabtu, 20 Juli 2013

kembali ku berdo'a


Ya Allah…
Mencoba aku untuk tidak mengeluhkan apapun
Meski dada hampir meledak menahan tekana
Meski nalar hampir hilang mempertahankan kewarasan

Mencoba aku untuk hanya bersandar pada-Mu
Saat lumpuh segala mampu yang Engkau pinjamkan padaku
Saat akal kehilangan seluruh kecerdasan
Saat kebodohan dan kedaifan mulai menguasai jiwa dan badan

Mencoba aku untuk menahan semua dalam segumpal darah di dadaku
Mencoba untuk tidak mengatakan apapun kepada siapapun
Meski kepada ia yang aku yakini menyimpan separo jiwaku

Ya Allah….rabb semesta raya
Sungguh dalam ketiadaan jalan kurasakan betapa benar-benar tak berdaya
Aku ku menjadi tak lagi mampu berkata apa-apa
Lumpuh selumpuh-lumpuhnya
Megap-megap mencari udara agar tetap bertahan dalam jiwa
Sungguh dalam kebuntuan segala kemungkinan nalar
Aku ku mulai mengutuk ketidak berdayaanku
Tanpa mampu berbuat apapun selain mengutuk dan merajuk

Ya Allah…ilah bagi setiap ruh yang tersebar di kolong semesta
Dalam ketiadaan jalan aku mencoba merangkak pulang
Menuju sejati yang mungkin lama ku tinggalkan
Biar tercabik segala kebutuhan
Biar bernanah darah segala hasrat dan keinginan

Ya Allah….penggenggam seluruh jiwa di semesta raya
Perkenankan ku kembali mengetuk pintu-Mu
Bersuci di telaga kemurnian jiwa
Biar luntur seluruh noda dan lumpur hitam hawa
Biar terbakar seluruh lapisan keinginan dunia
Biar legam kulit ragaku terbakar air pensucian-Mu

Ya Allah…….

Kamis, 20 Januari 2011

Semoga jawab segera tiba

kembali retak cermin hati
memendam perih tak terperi
menjalar nyeri di ujung hari
saat sepi membunuh diri
   kala sunyi berteman sendiri

kadang ingin ku akhiri
biar kisah berawal kembali
kadang ingin ku berhenti
biar waktu menjawab pasti

yakinku belumlah pasti
pada Ia yang Maha Sejati
hingga gamang menyentuh hati
ragukan langkah-langkah yang mesti

coba ku menghamba diri
serahkan segala pada yang Hakiki
meski masih sering terjadi
menetap pagi
     goyah di sore hari