Separoh nafas tersisa
susuri lrelung-relung jiwa
separoh jiwa tertinggal
bertahan menemani sukma
separoh sukma pergi
tinggalkan hati dalam sunyi
semua tinggal sepato
namun cita tak boleh jadi separo
angan impian mesti tetap utuh
mewujud untuk nyata
meski tinggal separo
langkah mesti tetap tegap
kepala mesti tetap tegak
mata mesti tetap tajam
meski tinggal separo
semangat tak boleh hanya separo
biar sepi dalam diri
memancar gemerlap wujud hati
Jumat, 21 Januari 2011
Kamis, 20 Januari 2011
Semoga jawab segera tiba
kembali retak cermin hati
memendam perih tak terperi
menjalar nyeri di ujung hari
saat sepi membunuh diri
kala sunyi berteman sendiri
kadang ingin ku akhiri
biar kisah berawal kembali
kadang ingin ku berhenti
biar waktu menjawab pasti
yakinku belumlah pasti
pada Ia yang Maha Sejati
hingga gamang menyentuh hati
ragukan langkah-langkah yang mesti
coba ku menghamba diri
serahkan segala pada yang Hakiki
meski masih sering terjadi
menetap pagi
goyah di sore hari
memendam perih tak terperi
menjalar nyeri di ujung hari
saat sepi membunuh diri
kala sunyi berteman sendiri
kadang ingin ku akhiri
biar kisah berawal kembali
kadang ingin ku berhenti
biar waktu menjawab pasti
yakinku belumlah pasti
pada Ia yang Maha Sejati
hingga gamang menyentuh hati
ragukan langkah-langkah yang mesti
coba ku menghamba diri
serahkan segala pada yang Hakiki
meski masih sering terjadi
menetap pagi
goyah di sore hari
Rabu, 19 Januari 2011
jerit
mengawal jiwa sepi
mengelana dalam sunyi
aral melintang tanpa henti
menjaga hati yang lagi ragu
tergoda akan segala semu
di sepanjang perjalanan waktu
merawat sukma yang kini hampa
menatap jalan tanpa makna
melangkah ringkih sirna asa
dalam sepi kadang terpikir peri
akan tiada makna diri
akan habis gairah sejati
pada hati yang telah pergi
dalam kalbu sering meratap sendu
akan waktu yang tak segera berlalu
merajam kalbu dirundung rindu
pada belahan yang tak lagi menyatu
tinggal sandar pada sisa asa
akan rahmat Sang Kuasa
coba tahan segala rasa
simpan untuk penghujung masa
mengelana dalam sunyi
aral melintang tanpa henti
menjaga hati yang lagi ragu
tergoda akan segala semu
di sepanjang perjalanan waktu
merawat sukma yang kini hampa
menatap jalan tanpa makna
melangkah ringkih sirna asa
dalam sepi kadang terpikir peri
akan tiada makna diri
akan habis gairah sejati
pada hati yang telah pergi
dalam kalbu sering meratap sendu
akan waktu yang tak segera berlalu
merajam kalbu dirundung rindu
pada belahan yang tak lagi menyatu
tinggal sandar pada sisa asa
akan rahmat Sang Kuasa
coba tahan segala rasa
simpan untuk penghujung masa
Langganan:
Postingan (Atom)