sulitnya bersandar
hanya pada-Mu
susahnya berserah
hanya pada-Mu
sukarnya menunduk sepenuh
cuma pada-Mu
masih saja beragam ragu
menyerbu
banyak nian bimbang
menyerang
ketundukan masih
sebatas ucapan
kepasrahan masih
dalam bentuk keinginan
mohon ampunku pada-Mu
atas ragu yang masih melingkupku
mohon perkenan-Mu
akan yakin membimbingku
menuju pada-Mu
hanya pada-Mu
pada-Mu
Minggu, 23 Januari 2011
Jumat, 21 Januari 2011
dan wujud adalah niscaya
Separoh nafas tersisa
susuri lrelung-relung jiwa
separoh jiwa tertinggal
bertahan menemani sukma
separoh sukma pergi
tinggalkan hati dalam sunyi
semua tinggal sepato
namun cita tak boleh jadi separo
angan impian mesti tetap utuh
mewujud untuk nyata
meski tinggal separo
langkah mesti tetap tegap
kepala mesti tetap tegak
mata mesti tetap tajam
meski tinggal separo
semangat tak boleh hanya separo
biar sepi dalam diri
memancar gemerlap wujud hati
susuri lrelung-relung jiwa
separoh jiwa tertinggal
bertahan menemani sukma
separoh sukma pergi
tinggalkan hati dalam sunyi
semua tinggal sepato
namun cita tak boleh jadi separo
angan impian mesti tetap utuh
mewujud untuk nyata
meski tinggal separo
langkah mesti tetap tegap
kepala mesti tetap tegak
mata mesti tetap tajam
meski tinggal separo
semangat tak boleh hanya separo
biar sepi dalam diri
memancar gemerlap wujud hati
Kamis, 20 Januari 2011
Semoga jawab segera tiba
kembali retak cermin hati
memendam perih tak terperi
menjalar nyeri di ujung hari
saat sepi membunuh diri
kala sunyi berteman sendiri
kadang ingin ku akhiri
biar kisah berawal kembali
kadang ingin ku berhenti
biar waktu menjawab pasti
yakinku belumlah pasti
pada Ia yang Maha Sejati
hingga gamang menyentuh hati
ragukan langkah-langkah yang mesti
coba ku menghamba diri
serahkan segala pada yang Hakiki
meski masih sering terjadi
menetap pagi
goyah di sore hari
memendam perih tak terperi
menjalar nyeri di ujung hari
saat sepi membunuh diri
kala sunyi berteman sendiri
kadang ingin ku akhiri
biar kisah berawal kembali
kadang ingin ku berhenti
biar waktu menjawab pasti
yakinku belumlah pasti
pada Ia yang Maha Sejati
hingga gamang menyentuh hati
ragukan langkah-langkah yang mesti
coba ku menghamba diri
serahkan segala pada yang Hakiki
meski masih sering terjadi
menetap pagi
goyah di sore hari
Langganan:
Postingan (Atom)