Minggu, 23 Januari 2011

ingin hati

sulitnya bersandar
      hanya pada-Mu
susahnya berserah
      hanya pada-Mu
sukarnya menunduk sepenuh
      cuma pada-Mu

masih saja beragam ragu
      menyerbu
banyak nian bimbang
      menyerang
ketundukan masih
    sebatas ucapan
kepasrahan masih
    dalam bentuk keinginan

mohon ampunku pada-Mu
atas ragu yang masih melingkupku
mohon perkenan-Mu
   akan yakin membimbingku
        menuju pada-Mu
        hanya pada-Mu
  pada-Mu

Jumat, 21 Januari 2011

dan wujud adalah niscaya

Separoh nafas tersisa
susuri lrelung-relung jiwa
separoh jiwa tertinggal
bertahan menemani sukma
separoh sukma pergi
tinggalkan hati dalam sunyi

semua tinggal sepato
namun cita tak boleh jadi separo
    angan impian mesti tetap utuh
         mewujud untuk nyata

    meski tinggal separo
    langkah mesti tetap tegap
         kepala mesti tetap tegak
            mata mesti tetap tajam

meski tinggal separo
semangat tak boleh hanya separo
         biar sepi dalam diri
      memancar gemerlap wujud hati

Kamis, 20 Januari 2011

Semoga jawab segera tiba

kembali retak cermin hati
memendam perih tak terperi
menjalar nyeri di ujung hari
saat sepi membunuh diri
   kala sunyi berteman sendiri

kadang ingin ku akhiri
biar kisah berawal kembali
kadang ingin ku berhenti
biar waktu menjawab pasti

yakinku belumlah pasti
pada Ia yang Maha Sejati
hingga gamang menyentuh hati
ragukan langkah-langkah yang mesti

coba ku menghamba diri
serahkan segala pada yang Hakiki
meski masih sering terjadi
menetap pagi
     goyah di sore hari