Senin, 24 Januari 2011

titik ketak berdayaan

inilah titik di mana
mesti ku tundukkan sombongku
inilah titik di mana
harus ku hancurkan angkuhku
inilah titik di mana
segala puja mesti kembali pada-Mu

dalam rintih pedih
 makin nyata fana' ku
dalam perih
   makin jelas ketiadaan dayaku

ampunkan aku atas segala ketakpantasanku
mestinya ku berserah pada-Mu
   bukan malah membesarkan egoku
harusnya ku berpasrah pada-Mu
    bukan malah membijakkan diriku

yakinku kini penuh rongga
      keropos seperti tulang tua
ikhasku kini masih sebatas kata
     sejuta 'gerundel' menghambur jiwa

pada-Mu ku mohon ampun
meng-istighfar-kan segenap badanku
pada-Mu ku mohon perkenan
terima tetap-Mu sebagai nikmat-Mu

mohonku pada-Mu (do'a)

ya Allah...
      penuhi hatiku keyakinan
              akan kuasa-Mu
      penuhi jiwaku keikhlasan
              akan tetap-Mu
      penuhi relungku kesabaran
              berada di jalan-Mu

dalam rintih kadang yakinku goyah
dalam pedih kadang ikhlasku musnah
dalam sedih kadang sabarku punah

ku ingin mengadu hanya pada-Mu
meski sering terpaling
ku harap tunduk sepenuh seluruh
  namun sering ternoda raguku

ya Allah...
      aliri darahku tauhid sejati-Mu
  biar segala fana' terusir dari pujaku

Minggu, 23 Januari 2011

ingin hati

sulitnya bersandar
      hanya pada-Mu
susahnya berserah
      hanya pada-Mu
sukarnya menunduk sepenuh
      cuma pada-Mu

masih saja beragam ragu
      menyerbu
banyak nian bimbang
      menyerang
ketundukan masih
    sebatas ucapan
kepasrahan masih
    dalam bentuk keinginan

mohon ampunku pada-Mu
atas ragu yang masih melingkupku
mohon perkenan-Mu
   akan yakin membimbingku
        menuju pada-Mu
        hanya pada-Mu
  pada-Mu