untukmu sepenuh seluruh
rela temani perjalanan sepi
hadir kala hampa mengunci
untukmu sepenuh seluruh
bersama jiwa iringi langkah
tak ada pikir akan berpisah
untukmu sepenuh seluruh
isi malam-malamku
hiasi mimpi-mimpiku
untukmu sepenuh seluruh
denyut jantung
rindu menggantung
untukmu sepenuh seluruh
getar hati
semangat diri
untukmu sepenuh seluruh
terima kasih tlah temani
hingga kini
Jumat, 08 April 2011
Persembahan di Harimu
beberapa mekar di atas pusara
beberapa tergeletak di atas pusara
tinggal kembang beronce harapan
persembahan untukmu
tak ada lagi rencana merayakan bersama
tak ada lagi agenda acara yang direncana
hanya do'a yang ku tebar
di atas pusara
di selembar sajadah yang dihampar
semoga nikmat senantiasa dicurahkan
dalam pembaringan menuju kebangkitan
semoga sejahtera selalu dilimpahkan
sebagai awal balasan besar saat yang dijanjikan
beberapa tergeletak di atas pusara
tinggal kembang beronce harapan
persembahan untukmu
tak ada lagi rencana merayakan bersama
tak ada lagi agenda acara yang direncana
hanya do'a yang ku tebar
di atas pusara
di selembar sajadah yang dihampar
semoga nikmat senantiasa dicurahkan
dalam pembaringan menuju kebangkitan
semoga sejahtera selalu dilimpahkan
sebagai awal balasan besar saat yang dijanjikan
Kamis, 07 April 2011
antara Takut dan Harap
kadang ragu
selimuti langkahku
sering bimbang
merasuk pikiran
akan akhir dari garis tujuan
akan makna atas kejadian
akan kuat untuk bertahan
sepi sunyi sepanjang jalan
gentayangan hantu keputus asaan
tubuh rapuh gigil gemeratan
terjebak kelam pusaran kekhawatiran
cahaya redup lentera di tangan
hampir padam
di tengah bagai kegelisahan
ucap harap
tercekat di kerongkongan
akan hadir purnama sebelum
lentera padam
Langganan:
Postingan (Atom)