lalu....
bagaimana mampu ku nikmati segala keindahan
tanpa engkau di depanku
engkaulah cahaya
sinar keindahan yang mencerahkan mataku
mengajariku akan seluruh keindahan pandangan
lalu....
bagaimana aku mampu mencerna seluruh wangi aroma
tanpa engkau di sisiku
engkaulah wangi
aroma yang menghidupkan indera penciumanku
mengajariku akan nikmat seluruh wangi bunga dan ratna
lalu...
bagaimana aku dapat mengucap syair sajakku
jika engkau tak lagi temaniku
engkaulah kata yang meluncur dari lisanku
tanpamu
hanya bisa yang mendesis dari lisankku
lalu...
bagaimana aku bisa pergi dan menjauh darimu
engkaulah aroma nafasku
mendetak jantung hidupku
tanpamu ketiadaan nafasku
lalu....
bagaimana aku hidup saat nafasku berhenti
lalu...
bagaimana aku mampu memisahkan hatiku dari hatimu
saat hati kita telah menyatu
engkau adalah aku
aku adalah kamu
lalu....
cinta kita adalah satu
utuh dan penuh
sempurna tanpa cela
putih tanpa noda
Tampilkan postingan dengan label untukmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untukmu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 April 2013
Jumat, 03 Juni 2011
ujung rindu
tinggal dingin menusuk tulang
menggigil seluruh badan
membeku hangat aliran
nafas tersenggal
tercekat di kerongkongan
detak tersendat
tersumbat gumpalan kerinduan
akan belai
akan cumbu
akan peluk
akan cium
tak ada lagi siang
tak ada lagi malam
membuncah semua dalam gamang
dalam sepi jerit tertahan
di kelam malam teriak dalam diam
membujuk hati yang menggigil kedinginan
saat pijar panas hampir tak mampu dialirkan
menggigil seluruh badan
membeku hangat aliran
nafas tersenggal
tercekat di kerongkongan
detak tersendat
tersumbat gumpalan kerinduan
akan belai
akan cumbu
akan peluk
akan cium
tak ada lagi siang
tak ada lagi malam
membuncah semua dalam gamang
dalam sepi jerit tertahan
di kelam malam teriak dalam diam
membujuk hati yang menggigil kedinginan
saat pijar panas hampir tak mampu dialirkan
Jumat, 08 April 2011
isteriku
ku lihat engkau
tak pernah akan tua
tetap muda selama-lamanya
wajahmu sama saat pertama kali
ku merindumu
senyummu tak beda kala pertama
ku mencintamu
kulitmu sehalus saat pertama
ku menyentuhmu
ku rasa engkau
tak kan pernah jadi tua
bahkan akan semakin muda
gundah sendu
kini sirna dari wajahmu
sedih sayu
kini hilang dari tatapmu
geram gusar
kini lepas dari tuturmu
tinggal cemerlang cahaya muka
tinggal gemerlap sinar mata
tinggal lembut tutur kata
tinggal hangat dekap cinta
ku rasa engkau
tidak akan pernah tua
bahkan akan semakin muda
dalam abadi
seperti dalam kalam-Nya
tak pernah akan tua
tetap muda selama-lamanya
wajahmu sama saat pertama kali
ku merindumu
senyummu tak beda kala pertama
ku mencintamu
kulitmu sehalus saat pertama
ku menyentuhmu
ku rasa engkau
tak kan pernah jadi tua
bahkan akan semakin muda
gundah sendu
kini sirna dari wajahmu
sedih sayu
kini hilang dari tatapmu
geram gusar
kini lepas dari tuturmu
tinggal cemerlang cahaya muka
tinggal gemerlap sinar mata
tinggal lembut tutur kata
tinggal hangat dekap cinta
ku rasa engkau
tidak akan pernah tua
bahkan akan semakin muda
dalam abadi
seperti dalam kalam-Nya
Terima Kasih
untukmu sepenuh seluruh
rela temani perjalanan sepi
hadir kala hampa mengunci
untukmu sepenuh seluruh
bersama jiwa iringi langkah
tak ada pikir akan berpisah
untukmu sepenuh seluruh
isi malam-malamku
hiasi mimpi-mimpiku
untukmu sepenuh seluruh
denyut jantung
rindu menggantung
untukmu sepenuh seluruh
getar hati
semangat diri
untukmu sepenuh seluruh
terima kasih tlah temani
hingga kini
rela temani perjalanan sepi
hadir kala hampa mengunci
untukmu sepenuh seluruh
bersama jiwa iringi langkah
tak ada pikir akan berpisah
untukmu sepenuh seluruh
isi malam-malamku
hiasi mimpi-mimpiku
untukmu sepenuh seluruh
denyut jantung
rindu menggantung
untukmu sepenuh seluruh
getar hati
semangat diri
untukmu sepenuh seluruh
terima kasih tlah temani
hingga kini
Jumat, 19 November 2010
kembali tentang rasa
penggelitik hati kembali beraksi
selembar bulu dari sayap angsa rindu
dieluskan pada dinding hati
geli dan nyeri
meremang dan merinding
ia hembuskan desir
menyentuh relung jiwa
sampaikan senandung
akan pertemuan sukma
ia lantunkan nada
membelai telinga sukma
mengalir menebar seluruh jiwa
perih kembali tak terhindari
menjalar di antara luka
dan
cinta pun menggeliat di pembariannya
terbangun dari tidur sejenaknya
selembar bulu dari sayap angsa rindu
dieluskan pada dinding hati
geli dan nyeri
meremang dan merinding
ia hembuskan desir
menyentuh relung jiwa
sampaikan senandung
akan pertemuan sukma
ia lantunkan nada
membelai telinga sukma
mengalir menebar seluruh jiwa
perih kembali tak terhindari
menjalar di antara luka
dan
cinta pun menggeliat di pembariannya
terbangun dari tidur sejenaknya
Blogged with the Flock Browser
Jumat, 12 November 2010
Rindu dan Cinta (Padamu)
Selaksa rinduku padamu
menggelora sepanjang waktu
mengalir dalam aliran nafasku
untuk bertahan
berjuang
mewujudkan
cinta sepenuh hatiku padamu
terus tumbuh tunas baru
semakin rindang
teduh
memayungi seluruh gersang jiwaku
untuk melangkah
mengejar
mengejawantah
kobar api hasrat perjumpaan denganmu
membakar bara abadi di sukmaku
hangatkan beku jiwaku
terangi kelam relungku
untuk bangkit
tegak
menengadah
meski jatuh ribuan kali
inilah anugerah segala anugerah
hanya sedikit di bawah anugerah akidah
menggelora sepanjang waktu
mengalir dalam aliran nafasku
untuk bertahan
berjuang
mewujudkan
cinta sepenuh hatiku padamu
terus tumbuh tunas baru
semakin rindang
teduh
memayungi seluruh gersang jiwaku
untuk melangkah
mengejar
mengejawantah
kobar api hasrat perjumpaan denganmu
membakar bara abadi di sukmaku
hangatkan beku jiwaku
terangi kelam relungku
untuk bangkit
tegak
menengadah
meski jatuh ribuan kali
inilah anugerah segala anugerah
hanya sedikit di bawah anugerah akidah
Blogged with the Flock Browser
Kamis, 22 Juli 2010
ratu jiwaku
tak mungkin ku pungkiri
engkau lah yang telah mengisi hari-hari
memperindah perjalan jiwa
mengisi seluruh ruang hati
dulu
kini
dan juga nanti
cemerlangmu sirnakan segala kelam
cahayamu lupakan ku akan kegelapan
tak mungkin ku ingkari
engkau lah yang bertahta di hati
di atas singgasana kemegahan yang kumiliki
dulu
kini
dan juga nanti
engkau tetap lah ratu abadiku
pemilik relung terindah kalbu
penggores guratan-guratan kemegahan rindu
dulu
kini
dan juga nanti
engkau lah yang telah mengisi hari-hari
memperindah perjalan jiwa
mengisi seluruh ruang hati
dulu
kini
dan juga nanti
cemerlangmu sirnakan segala kelam
cahayamu lupakan ku akan kegelapan
tak mungkin ku ingkari
engkau lah yang bertahta di hati
di atas singgasana kemegahan yang kumiliki
dulu
kini
dan juga nanti
engkau tetap lah ratu abadiku
pemilik relung terindah kalbu
penggores guratan-guratan kemegahan rindu
dulu
kini
dan juga nanti
Selasa, 06 Juli 2010
keagungan cinta
getar-getar ini semakin kuat
kebersatuan jiwa semakin menjadi niscaya
debar-debar ini semakin kencang
batas ruang waktu semakin sirna
gelora ini menafikan semua sekat
ruang waktu tak lagi punya makna
dua dunia membuka pintu gerbangnya
sukma melayang tinggalkan raga terkapar
menuju mega kemegahan memancar
masuk istana jiwa-jiwa putih cemerlang
ikuti aliran getaran mendebarkan
di hamparan permadani kemulian
kau duduk dengan senyum mengembang
pancaran lega kesempurnaan peran
dalam termangu ku melangkah tanpa sadar
ikuti getar kerinduan yang mesti dipuaskan
dalam perjumpaan dengan jiwa belahan
menyatu berpadu dalam kesyahduan
hanya takbir tahmid yang mampu terucapkan
dalam cinta penuh keberlimpahan
hanya syukur yang dapat diungkapkan
dalam dekap cium kemesraan
kebersatuan jiwa semakin menjadi niscaya
debar-debar ini semakin kencang
batas ruang waktu semakin sirna
gelora ini menafikan semua sekat
ruang waktu tak lagi punya makna
dua dunia membuka pintu gerbangnya
sukma melayang tinggalkan raga terkapar
menuju mega kemegahan memancar
masuk istana jiwa-jiwa putih cemerlang
ikuti aliran getaran mendebarkan
di hamparan permadani kemulian
kau duduk dengan senyum mengembang
pancaran lega kesempurnaan peran
dalam termangu ku melangkah tanpa sadar
ikuti getar kerinduan yang mesti dipuaskan
dalam perjumpaan dengan jiwa belahan
menyatu berpadu dalam kesyahduan
hanya takbir tahmid yang mampu terucapkan
dalam cinta penuh keberlimpahan
hanya syukur yang dapat diungkapkan
dalam dekap cium kemesraan
Langganan:
Postingan (Atom)