Tampilkan postingan dengan label belahan jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belahan jiwa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 April 2013

engkau bagiku...

lalu....
bagaimana mampu ku nikmati segala keindahan
tanpa engkau di depanku
engkaulah cahaya
sinar keindahan yang mencerahkan mataku
mengajariku akan seluruh keindahan pandangan

lalu....
bagaimana aku mampu mencerna seluruh wangi aroma
tanpa engkau di sisiku
engkaulah wangi
aroma yang menghidupkan indera penciumanku
mengajariku akan nikmat seluruh wangi bunga dan ratna

lalu...
bagaimana aku dapat mengucap syair sajakku
jika engkau tak lagi temaniku
engkaulah kata yang meluncur dari lisanku
tanpamu
hanya bisa yang mendesis dari lisankku

lalu...
bagaimana aku bisa pergi dan menjauh darimu
engkaulah aroma nafasku
mendetak jantung hidupku
tanpamu ketiadaan nafasku
lalu....
bagaimana aku hidup saat nafasku berhenti

lalu...
bagaimana aku mampu memisahkan hatiku dari hatimu
saat hati kita telah menyatu
engkau adalah aku
aku adalah kamu

lalu....
cinta kita adalah satu
utuh dan penuh
sempurna tanpa cela
putih tanpa noda


Rabu, 22 Agustus 2012

di dalam sini sayang

di sini
  di dada ini
masih tersimpan rapi segumpal hati
mendetak dua denyut jiwa
jiwaku, jiwamu

di sini
  di dalam sini
masih bergulung gelombang ridu
rinduku padamu

di sini
   di relung jiwa
masih gemerlap megah ruang sukma
dengan terang temaram cahya cinta
hangat mendesah gelora jiwa

di sini
dalam aliran nadi
tetap mengalir sebuah nama
namamu belahan jiwa

di sini
dalam tarik nafasku
menyatu kasih luapan cinta kita

di sini
dalam diri ini
segalanya masih tersimpan rapi
cinta,
  kasih,
     rindu,
         rasa
sebagai anugerah Sang Ilah yang mesti dijaga