bagaimana bisa mendapat kasih Allah
sementara kita tidak mau berbagi kasih
dengan sekitar kita
bagaimana limpahan rahmat turun
sementara tak pernah ingin kita
menebar rahmah dengan sesama
bagaimana merasa berada dalam lindungan
Sang Maha Segala
sementara kita tak pernah benar-benar
memikirkan keselamatan dan kenyamanan
sesama kita
bagaimana kita merasa telah selamat dari
jilatan api neraka
sementara tindakan-tindakan kita
membawa neraka bagi orang-orang
sekitar kita
bagaimana kita menganggap diri kita
penuh kasih
sementara orang-orang tak pernah
tenteram dengan kehadiran kita
bagaimana kita merasa yakin
sebagai calon para penghuni surga
sementara begitu banyak orang
kita tetapkan sebagai penghuni neraka
tidakkah orang yang penuh kasih
hanya akan memancarkan kasih
dari tiap tindakannya
bukankah orang yang penuh rahmah
hanya menebarkan rahmah melalui
setiap tindak tanduk dan perilakunya
bukankah mereka yang akan selamat
dari jilatan neraka
senantiasa menyelamatkan orang dari
kobaran neraka dalam dirinya
bukankah calon penghuni surga
hanya bisa mendatangkan kedamaian
bagi siapapun yang ada di sekitarnya
Rabu, 10 Agustus 2011
Minggu, 07 Agustus 2011
Ramadlan
Ramadlan adalah cinta
limpahan kasih Allah pada tiap
hamba-Nya
Ramadlan adalah rahmah
kelembutan karunia Allah
bagi hamba yang ingin kembali
pada-Nya
Ramadlan adalah ampunan
atas tiap dosa dan noda
bagi siapapun yang hendak bertobat
Ramadlan adalah pintu
menuju rumah sejati takwa
bagi siapa saja yang ingin kembali
ke fitrahnya
Ramadlan adalah cahaya
setelah sebelas bulan
gelap mengungkung kita
Ramadlan adalah anugerah
maka
marilah kita mensyukurinya
limpahan kasih Allah pada tiap
hamba-Nya
Ramadlan adalah rahmah
kelembutan karunia Allah
bagi hamba yang ingin kembali
pada-Nya
Ramadlan adalah ampunan
atas tiap dosa dan noda
bagi siapapun yang hendak bertobat
Ramadlan adalah pintu
menuju rumah sejati takwa
bagi siapa saja yang ingin kembali
ke fitrahnya
Ramadlan adalah cahaya
setelah sebelas bulan
gelap mengungkung kita
Ramadlan adalah anugerah
maka
marilah kita mensyukurinya
Sabtu, 06 Agustus 2011
Rindu dan Cinta
kadang serasa
tak lagi menginjak tanah
tak lagi berpayung langit
melayang di antara awan
rindu memustahilkan setiap
ketidak mungkinan
cinta mematahkan setiap
aturan nalar dan pikiran
kadang menghangatkan
bahkan membakar segenap badan
namun
seringkali pula mendinginkan
sekaligus membekukan setiap pori
sekujur badan
kadang mengalirkan sepoi
kesejukan dan kedamaian
sekaligus juga
tak jarang menghadirkan badai
gelombang dan topan yang
mengobrak-abrik segala ketenangan
ada saat cinta dan rindu berpadu tangan
membangkitkan kemampuan dan kekuatan
luar biasa besar
ada waktu ketika cinta dan rindu berkejaran
berlomba dalam gulungan badai tak tertahankan
menghancurkan setiap bangunan jiwa
menerjang tanpa ada yang mampu menahannya
kenikmatan tak terpikirkan
sekaligus
kepedihan tak terperikan
kebahagiaan tanpa akhir
sekaligus
kesedihan tanpa ujung
pengorbanan penuh kerelaan
sekaligus
anugerah tak terkatakan
tak lagi menginjak tanah
tak lagi berpayung langit
melayang di antara awan
rindu memustahilkan setiap
ketidak mungkinan
cinta mematahkan setiap
aturan nalar dan pikiran
kadang menghangatkan
bahkan membakar segenap badan
namun
seringkali pula mendinginkan
sekaligus membekukan setiap pori
sekujur badan
kadang mengalirkan sepoi
kesejukan dan kedamaian
sekaligus juga
tak jarang menghadirkan badai
gelombang dan topan yang
mengobrak-abrik segala ketenangan
ada saat cinta dan rindu berpadu tangan
membangkitkan kemampuan dan kekuatan
luar biasa besar
ada waktu ketika cinta dan rindu berkejaran
berlomba dalam gulungan badai tak tertahankan
menghancurkan setiap bangunan jiwa
menerjang tanpa ada yang mampu menahannya
kenikmatan tak terpikirkan
sekaligus
kepedihan tak terperikan
kebahagiaan tanpa akhir
sekaligus
kesedihan tanpa ujung
pengorbanan penuh kerelaan
sekaligus
anugerah tak terkatakan
Langganan:
Postingan (Atom)