masih saja akal mengendalikan
tiap langkah ia yang memutuskan
yang dapat diterima dijalankan
yang sudah dicerna diabaikan
bahkan hal-hal yang menjadi makanan jiwa
akal pula yang memutuskan
padahal tak selamanya
akal cukup bijaksana tuk memutuskan
apa yang baik apa yang bukan
apa yang benar apa yang bukan
mencari ketenangan
jalan mendapatkan kedamaian
menata hati dan perasaan
sebenarnya bukan milik akal
tuk menentukan
sebenarnya milik hati untuk memastikan
namun masih saja
akal campur tangan
merasa tahu apa yang perlu dilakukan
merasa paling berhak atas seluruh pertimbangan
mestinya akal tahu diri
tapi betapa sulit membuatnya mengerti
Minggu, 18 September 2011
Sabtu, 17 September 2011
antara keinginan dan kenyataan; semoga segera dapat dipertemukan
ku ingin benar-benar berserah pada-Mu
tapi masih saja ku hitung pamrihku
ku ingin menunduk penuh pada-Mu
namun tetap saja ku mendongak pada mimpi-mimpiku
ku ingin luruh di hadap-Mu
tapi masih saja angkuh akan diri
ku ingin bersandar hanya pada-Mu
namun masih saja takut kehilangan sesuatu
ku ingin menghamba hanya pada-Mu
tapi masih saja khawatir ditinggalkan sesuatu
ku ingin sirna seluruh inginku
serahkan pada-Mu apa yang terbaik untukku
hanya menghamba
cuma meng-abdi
tunduk luruh
sepenuh seluruh
tapi masih saja ku hitung pamrihku
ku ingin menunduk penuh pada-Mu
namun tetap saja ku mendongak pada mimpi-mimpiku
ku ingin luruh di hadap-Mu
tapi masih saja angkuh akan diri
ku ingin bersandar hanya pada-Mu
namun masih saja takut kehilangan sesuatu
ku ingin menghamba hanya pada-Mu
tapi masih saja khawatir ditinggalkan sesuatu
ku ingin sirna seluruh inginku
serahkan pada-Mu apa yang terbaik untukku
hanya menghamba
cuma meng-abdi
tunduk luruh
sepenuh seluruh
burung penyampai pesan
menatap belibis terbang ke awan
menembus desir yang hampir tak tertahankan
bulu putih bersih dalam balutan
membelai jiwa-jiwa dalam kerinduan
mencengkeram do'a untuk disampaikan
di atas awan menunggu sang belahan
merajut mimpi menenun harapan
agar disampaikan pada nafas yang tertahan
diselip di antara paruh keemasan
menukik turun demi menyampaian
rajutan mimpi tenunan harapan
gunakan sebagai selimut bagi jiwa kedinginan
terangi batin untuk tetap berjalan
demi mimpi yang telah disampaikan
belibis putih hanyalah penyampai pesan
agar jiwa tetap saling bertautan
menembus langit sekedar kisahkan
segala kejadian sebelum dipertemukan
menukik tajam dengan kisah indah kebahagiaan
menunggu singgasana di atas awan
namun sabar mesti dijalankan
demi paripurna peran dititahkan
menembus desir yang hampir tak tertahankan
bulu putih bersih dalam balutan
membelai jiwa-jiwa dalam kerinduan
mencengkeram do'a untuk disampaikan
di atas awan menunggu sang belahan
merajut mimpi menenun harapan
agar disampaikan pada nafas yang tertahan
diselip di antara paruh keemasan
menukik turun demi menyampaian
rajutan mimpi tenunan harapan
gunakan sebagai selimut bagi jiwa kedinginan
terangi batin untuk tetap berjalan
demi mimpi yang telah disampaikan
belibis putih hanyalah penyampai pesan
agar jiwa tetap saling bertautan
menembus langit sekedar kisahkan
segala kejadian sebelum dipertemukan
menukik tajam dengan kisah indah kebahagiaan
menunggu singgasana di atas awan
namun sabar mesti dijalankan
demi paripurna peran dititahkan
Langganan:
Postingan (Atom)