Rabu, 24 Oktober 2012

Engkau bagiku

engkau tetaplah ratu
bertahta di singgasana hati
bersemayam di istana jiwa

engkau tetaplah rindu
titik di mana aku menuju
ujung dari mengembaraanku

engkau tetaplah cinta
pencair kebekuan jiwa
pembakar semangat cita

engkau tetaplah kasih
peluk hangat dingin sukma
sirna gundah ganti suka

engkau tetaplah puisi
rangkaian kata indah
untaian kalimat megah

engkau tetaplah segala
bagiku sebagai anugerah Sang Segala Maha


Minggu, 21 Oktober 2012

sebuah do'a baginya

ku serahkan gundahku pada-Mu
ku kembalikan harapku pada-Mu
Engkau yang membolak-balikkan hati
Engkau yang menggerakkan jiwa
Engkau yang mencondongkan sukma
Engkau yang menitipkan rasa
Engkau yang Maha Memelihara

Jagalah hatinya tetap menunduk-Mu
Jagalah jiwanya tetap mengarah pada-Mu
Jagalah sukmanya pada cinta-Mu
Jagalah rasa mengabdi pada-Mu
Peliharalah segalanya tetap di garis-Mu

Balikkan hati ke arah takdir terbaiknya
Arahkan jiwa ke jalan kesempurnaannya
Condongkan sukma pada muasalnya
Titipkan rasa pada penerima amanatnya
Abadikan semua dalam garis kehendak-Mu

Do'aku pagi ini....
harapkan kabul sebagai jawab-Mu

amin...
 

Sabtu, 20 Oktober 2012

Coba evaluasi

ayat-ayat-Mu masih terdengar merdu
dari corong-corong langgar dan masjid kampung
oleh para abdi dalam balut sederhana jiwa
kesederhanaan yang memungkinkan mereka
mendawamkan daras ayat-ayat-Mu

Di kamarku aku tetap saja tak mampu
mendaras ayat-ayat tertulis-Mu
apalagi ayat-ayat terhampar-Mu

Terpuruk aku akan kebimbangan atas garis-Mu
apa yang kuanggap yakin mulai ku ragu
terbelit ingin untuk pastikan sesuatu
meski ku tahu itu bukanlah hakku

Lantunan ayat-ayat dari langgar dan masjid
kembalikanku pada nyata
akan pentingnya renungi makna
      bukan sekedar baca
akan hidup yang mesti jelas arahnya
     tertera dalam firman-firman terbaca